BERITA

4 PELUANG BISNIS ESPORT


22 Feb 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini (Jumat, 29 April 2019) lebih baik dari kemarin. Beberapa hari yang lalu dunia games dihebohkan dengan berita kemenangan tim mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta dalam ajang esport (olah raga elektronik / electronic sport) antar kampus se-Indonesia. Esport biasa dikenal sebagai  permainan kompetitif, permainan pro,  atau pro gaming di Korea Selatan merupakan suatu istilah untuk kompetisi permainan video pemain jamak, umumnya antar pemain professional. Aliran permainan video yang biasanya dihubungkan dengan olahraga elektronik adalah aliran strategi multipemain. Turnamen esport seperti The International Dota 2 Championship, Legue of Legends Word Championship, Bettle.net World Championship Series, Evaluation Championship Series, Intel Extreme Masters, menyediakan siaran langsung dari kompetisi juga hadiah tunai pada para competitor. Kompetisi esport terdekat adalah esport yang memperebutkan piala presiden 2019 yang akan digelar tanggal 30-31 Maret 2019, tonton yuk.

            Anak-anak muda khususnya kaum millenial di Indonesia mencapai 90 juta dan rata-rata menyukai game baik yang online maupun yang offline. Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) telah memasukkan game sebagai salah satu subsektor dari 16 subsektor lainnya. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) juga mendorong perguruan tinggi di Indonesia membuat program studi atau jurusan esport. Amikom sendiri memiliki jurusan atau program studi Teknologi Informasi yang fokus belajar tentang animasi dan game.  Esport saat ini menjadi industri yang sedang naik daun atau meroket.

            Peluang bisnis apa yang dapat dibuka dengan fenomena tersebut? Tentunya banyak peluang yang dapat kita ambil, diantaranya adalah pertama, membuka Pusat Pelatihan Pengembangan Game (Game Development Training Center) dengan sasaran anak muda millenial yang ingin belajar membuat game (game developer), anak muda millenial yang ingin berprofesi sebagai game tester (tugas utama uji coba sebuah game layak untuk dijual atau tidak). Pusat pelatihan tersebut dapat bekerjasama dengan universitas Amikom Yogyakarta dalam hal pengadaan instrukturnya (tenaga pengajar).

            Peluang bisnis kedua adalah mendirikan Game Center. Game center merupakan tempat untuk bermain game, dengan sasaran untuk anak muda millenial yang ingin main game tetapi memiliki masalah jaringan yang tak stabil dan lelet, serta belum memiliki peralatan komputer yang memadai karena harganya lumayan mahal. Masalah berikutnya biasanya kalau bermain bersama-sama di game center lebih ramai bila dibandingkan dengan bermain sendirian di rumah serta dapat bertemu dengan sesame gamers. Bahkan dapat membentuk komunitas gamers.

            Peluang bisnis ketiga dengan membuat even kompetisi game, dengan sasaran anak muda millenial yang menunjukkan kemampuannya dalam bermain game. So di bisnis ini tentunya harus banyak menggandeng mitra bisnis untuk promo produknya. Ada juga perusahaan yang kreatif ketika mempromosikan bisnisnya yaitu dengan mengadakan lomba atau kompetisi game. Disini kita dapat revenue atau sumber pemasukan bisnis dari iklan maupun penjualan merchandise kompetisi.

            Peluang bisnis keempat dengan menjual merchandise game, dengan sasaran anak muda milenial pecinta games. Bisnis merchandise game ini merupakan bisnis idola mahasiswa universitas Amikom Yogyakarta. Ada yang menjual gelang, kaos, gantungan kunci yang berbau game diantara game DOTA dan mobile legends. Demikian semoga bermanfaat. Amin YRA. (Sumber : Tribun Jogja, 29 April 2019).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 Suyatmi, SE., MM.