BERITA

BEER GAME


2020-01-13T00:00:00

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 27.12.2019 lebih baik dari kemarin. Di dunia kewirausahaan, terutama menyangkut pendistribusian produk dari produsen (pabrik) ke konsumen, masih sering terjadi bullwhip effect. Bullwhip effect merupakan suatu kondisi dimana terjadi simpangan yang jauh antara persediaan barang yang ada dengan permintaan. Hal ini dikarenakan kesalahan interpretasi data permintaan di rantai distribusi dan sistem informasi. Serta disebabkan kurang terintegrasinya level-level rantai pasok (supply chain) dalam menyampaikan informasi permintaan dari konsumen ke level atasnya. Akibat dari adanya bullwhip effect, perusahaan menanggung biaya yang tinggi bahkan sampai terjadi kerugian. Nah salah satu cara untuk mengidentifikasi dan memilih beberapa kebijakan untuk meminimalkan terjadinya bullwhip effect adalah  dengan beer game.

Siapa sih yang ingin bisnisnya rugi? Tentunya tidak ada kaan? Begitu juga dengan bisnis para mahasiswa Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta. Untuk itu mereka belajar konsep bullwhip effect dan belajar manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) serta melakukan simulasi mencegah bullwhip effect dengan metode pembelajaran beer game. Beer game adalah suatu permainanan sederhana yang mereprentasikan rantai pasokan dari distribusi barang atau produk. Tujuan beer game untuk mendemontrasikan prinsip-prinsip dari Supply Chain Management (SCM). Permainan beer game sangat membantu mahasiswa dalam memahami prinsip-prinsip Supply Chain. Game ini dapat dimainkan secara konvensional maupun online. Beer game merupakan suatu model yang menggambarkan aliran informasi dan material di dalam suatu saluran produksi-distribusi, yang terdiri dari empat tim yaitu retailer, wholesaler, distributor dan pabrik. Beer game pertama kali dikembangkan oleh Jay W. Forrester pada tahun 1950 dan disempurnakan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 (http://www.masystem.com/beergame).

Retailer (pengecer) adalah organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis retail. Bisnis retail merupakan salah satu cara pemasaran produk, meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjual barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Wholesaler adalah perusahaan yang melaksanakan kegiatan wholesaling. Wholesale atau wholesaling adalah segala kegiatan menjual produk dalam kuantitas yang besar kepada pembeli non-konsumen akhir untuk tujuan dijual kembali atau digunakan untuk keperluan bisnis. Distributor adalah perusahaan ataupun seseorang perantara yang menyalurkan produk dari pabrikan (manufacturer) ke wholesaler.  Setelah suatu produk dihasilkan oleh pabrik, produk tersebut dikirim (dan biasanya juga sekaligus dijual_ ke suatu distributor). Sedangkan pabrik merupakan suatu bangunan industri besar dimana para pekerja mengolah benda atau mengawasi pemrosesan mesin dari satu produk menjadi produk lain, sehingga mendapatkan nilai tambah. Pabrik mengumpulkan dan mengkonsentrasikan sumber daya mulai dari pekerja, modal, dan mesin industri.

Dalam game ini ada 4 tim masing-masing berperan sebagai retailer, wholesaler, distributor dan pabrik. Dalam waktu yang bersamaan mereka memindahkan supply (pasokan) dari pengiriman (shipping delay) ke gudang penyimpanan. Langkah berikutnya, retailer harus melihat catatan mingguan kebutuhan barang yang akan dijual. Begitu juga distributor dan pabrik, melakukan hal sama dengan melihat jumlah yang dibutuhkan dari pesanan masuk lalu melakukan pengiriman sesuai dengan kebutuhan. Setelah pesanan pertama masuk dan diproses, pabrik mengecek permintaan produksi dan memproses pesanan masuk lainnya. Langkah berikutnya memasukkan pesanan, setiap rantai harus menulis jumlah yang diinginkan. Langkah terakhir mengisi form yang berisi data inventori, stok barang dan memasukkan orderan. Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA.  (artikel ini telah tayang di tribun jogja : Jum’at 27.12.2019)

 

Kaprodi Kewirausahaan,

 

Suyatmi, SE., MM.