BERITA

MENGEVALUASI MODEL BISNIS


2020-01-13T00:00:00

 Bismillahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 03.01.20 lebih baik dari kemarin. Siapa sih yang ingin bisnisnya di tahun 2020 bangkrut? Tentunya gak ada, bahkan ada yang telah memutuskan tahun ini harus sudah buka bisnis baru, buka cabang baru, atau mengembangkan bisnis dengan model francise. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa jurusan kewirausahaan Universitas Amikom Yogyakarta. Diantaranya mbak Dewi, dia punya target tanggal 7 Januari melakukan soft opening rumah makan barunya di Jalan kaliurang. Setelah sukses mendirikan dan mengelola bisnis di bidang industri kreatif https://dewimedialestari.com (one stop solution for your promotional needs). Mbak Ana, rencana tahun 2020 akan membuka 12 francise bisnis kulinernya dengan brand Coklat Wonka. Mas Sufyan, ingin mengembangkan bisnis kulinernya (Coffe Nuf Nuf) dan (Menu Lokalan) ke bisnis startup. Dan yang lainnya yang belum bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga kalian sukses ya…

            Salah satu cara agar bisnisnya tambah oke, adalah dengan melakukan evaluasi model bisnis. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk menentukan inovasi model bisnis yang akan dijalankan kedepan. Memadukan alat bantu kanvas model bisnis dengan konsep blue ocean yang diluncurkan oleh Kim dan Mauborgne dalam buku mereka yang sangat laris, Blue Ocean Strategy, dapat menjadi alternatif. Strategi blue ocean merupakan metode ampuh untuk mengkaji kembali proposisi nilai dan model bisnis serta menggali segmen pelanggan yang baru. Kanvas model bisnis melengkapi blue ocean dengan memberikan “gambaran besar” secara visual yang membantu kita memahami bagaimana perubahan satu bagian pada model bisnis akan dapat mempengaruhi komponen lainnya.

Sebuah model bisnis dapat dijelaskan dengan sangat baik melalui sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berfikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelangsungan finansial. Model bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang diterapkan melalui struktur organisasi, proses dan sistem.

Strategi blue ocean atau inovasi nilai adalah tentang meningkatkan nilai secara bersama-sama sambil mengurangi biaya. Hal ini dapat dicapai dengan mengenali elemen mana dalam proposisi nilai yang dapat dihapuskan, dikurangi, ditingkatkan atau diciptakan baru. Tujuan pertama adalah untuk menurunkan biaya dengan mengurangi atau menghapuskan fitur atau layanan yang kurang bernilai. Tujuan kedua adalah untuk meningkatkan atau menciptakan fitur atau layanan bernilai tinggi tanpa harus meningkatkan biaya secara signifikan.

Pendekatan memadukan antara blue ocean strategi dengan kanvas model bisnis memudahkan kita menganalisis inovasi model bisnis secara keseluruhan dengan sistematis. Dengan cara mengajukan empat pertanyaan kerangka kerja empat tindakan (mengeliminasi, menciptakan, mengurangi, dan meningkatkan) untuk setiap blok bangunan model bisnis dan dengan cepat mengenali pengaruhnya atas bagian-bagian lain model bisnis. Misalnya apa pengaruhnya terhadap sisi biaya apabila kita melakukan perubahan pada sisi nilai? dan sebaliknya.

Mengeliminasi maksudnya kita melakukan analisis faktor apa saja yang dapat dihilangkan sehingga industri kita memiliki daya saing dalam jangka panjang. Meningkatkan, dengan cara menganalisis faktor apa saja yang harus ditingkatkan di atas standar industri. Mengurangi, dengan bertanya faktor apa saja yang harus dikurangi sampai berada di bawah standar industri. Menciptakan, dengan menganalisis faktor apa saja yang harus diciptakan yang tidak pernah ditawaran industri. Demikian semoga bermanfaat, aamiin yaa robbal’alamin. (artikel ini sudah tayang di tribun jogja : jumat, 03.01.2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan,

 

Suyatmi, SE., MM.