BERITA

BUDAYA MUTU


2020-07-01

 

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 31.01.2020 lebih baik dari kemarin. Tulisan ini terinspirasi dari kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi Audit Mutu Internal (AMI) yang telah kami ikuti di Universitas Amikom Yogyakarta pada hari Kamis 30 Januari 2020. Audit Mutu Internal yang akan dilaksanakan di Universitas Amikom Yogyakarta bukan yang pertama kalinya, tapi hampir setiap tahun sudah dilaksanakan. Sehingga sudah menjadi budaya mutu di Amikom. Beberapa bulan yang lalu, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta diminta mengisi seminar tentang Budaya Mutu. Budaya Mutu yang beliau bagikan di acara seminar tersebut terkait dengan budaya mutu dalam membangun entrepreneurship dan inovasi kelas dunia yang sudah dilaksanakan di kampus Amikom.

Mengapa kita perlu menciptakan budaya mutu? Budaya mutu merupakan sistem nilai dari sebuah organisasi yang menghasilkan keadaan lingkungan yang kondusif dalam pembentukan perbaikan yang berkelanjutan dalam segi mutu. Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat berdampak lahirnya era disruptif yaitu teori inovasi yang dicetuskan oleh pelaku industri baru yang keberadaanya mengancam pelaku industri lama. Efek dari disruptif menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan secara mendasar dan mengubah cara berhubungan antar manusia dalam segala bidang tidak terkecuali pendidikan tinggi. Salah satu ciri kampus yang berada di era disruptif dari sisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Capital Developmen) adalah professional, scientists & entrepreneurs, artists, ecosystem participants.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional kalau di Amikom Yogyakarta meliputi para pimpinan dan staf baik dosen maupun karyawan. Karyawan maupun dosen di Amikom dipilih orang-orang yang bijak. Orang bijak berhati-hati dalam ucapan, dia akan memikirkan terlebih dahulu. Apakah ucapannya bermanfaat atau apakah akan menyinggung perasaan orang lain dan apakah itu perlu untuk diucapkan. Orang bijak tahu betul bahwa kata-kata lebih tajam daripada pedang. Sekali melukai hati seseorang akan sulit untuk menyembuhkannya meskipun lewat kata maaf. Orang bijak punya kemampuan dan kelebihan yang besar tapi dia juga sadar bahwa dia tidak sempurna dan memiliki kekurangan. Itulah yang membuat orang bijak tetap rendah hari dan terus belajar.

Tujuan Audit Mutu Internal khususnya di Universitas Amikom Yogyakarta adalah untuk melakukan pengecekan mutu terhadap pelaksanaan Tri Dharma Pendidikan Tinggi di Universitas Amikom Yogyakarta. Ruang lingkupnya meliputi semua aspek pelaksanaan Tri Dharma dan Manajemen Pendukung. Sehingga Auditee (yang akan diaudit) meliputi semua unit kerja yang ada di Universitas Amikom Yogyakarta. Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum dilakukan audit adalah 1) dokumen mutu terdiri dari kebijakan mutu, standar mutu, struktur organisasi dan jobdesk, prosedur mutu dan SOP atau instruksi kerja, dan formulir. 2) dokumen bukti pelaksanaan kegiatan monitoring. Kegiatan evaluasi. Laporan kinerja tahunan. Survey kepuasan dan lain-lain yang terdapat di masing-masing unit kerja. 3) dokumen lain yang relevan.

Tips membangun budaya mutu “bila orang lain duduk, maka kita berdiri. Bila orang lain berdiri kita lari. Bila orang lain lari, kita terbang”.  Artinya bahwa kita semua maupun organisasi yang kita pimpin serta usaha yang sedang kita tekuni harus lebih baik dari yang lainnya tanpa merugikan atau menjatuhkan orang lain. Insya Allah apabila kita telah memiliki budaya mutu yang bermutu, akan menghasilkan output berupa SDM yang bermutu juga. Semoga visi Indonesia emas tahun 2045 tercapai. Demikian semoga bermanfaat. (artikel ini telah tayang di tribun 31.01.2020)

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, S.E., M.M.