BERITA

MERDEKA BELAJAR BERWIRAUSAHA


2020-07-01

 

 

Bismillaahirrohmaanirroohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 09.02.2020 lebih baik dari kemarin. Perguruan tinggi memiliki potensi dampak tercepat untuk perubahan SDM (Sumber Daya Manusia)  unggul di Indonesia, karena jangka waktu keluar dari perguruan tinggi sampai dunia nyata sangat cepat. Perguruan tinggi harus menjadi ujung tombak yang bergerak tercepat, karena dia begitu dekat dengan dunia pekerjaan.  Dia harus berinovasi tercepat dari semua unit pendidikan, karena harus adaptif dan selalu berubah dengan lincah. Inovasi yaitu tujuan utama daripada perguruan tinggi. Inovasi dalam pembelajaran, inovasi dalam pengabdian masyarakat, inovasi dalam riset, itu tidak dapat dilakukan tanpa ruang bergerak. Inovasi hanya akan terjadi di dalam suatu ekosistem yang tidak dibatasi. Dan ini adalah spirit atau esensi dari kebijakan kampus merdeka di Indonesia tercinta. Begitulah pengantar dari Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam presentasi arahan kebijakan jilid 2 dengan judul kampus merdeka pada tanggal 24 Januari 2020 di Jakarta.

Alhamdulillah, sebelum kebijakan kampus merdeka belajar di lounching, kami selaku pengelola program studi S1-Kewirausahaan yang fokus mencetak pengusaha-pengusaha muda, telah melakukan inovasi pembelajaran. Inovasi tersebut kami beri nama Belajar Berwirausaha Terpadu (BBT). Kenapa terpadu, karena kami yakin dan sadar bahwa untuk mencetak pengusaha, tidak dapat sendirian alias harus berkolaborasi dengan pihak lain. Hal ini juga senada dengan konsep pendidikan yang dicanangkan oleh mas Menteri Pendidikan, yaitu konsep gotong royong. Gotong royong yang profesioanal kami tuangkan dalam sebuah dokumen kesepakatan antara Prodi S1-Kewirausahaan dengan mitra-mitra prodi. Penandatangan dokumen tersebut secara resmi telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 4 Februari 2020 di Ruang Citra 2 Universitas Amikom Yogyakarta beserta dengan seremonial penyerahan mahasiswa peserta BBT kepada para mitra.

Mitra-mitra prodi S1-Kewirausahaan yang telah sepakat dalam program Belajar Berwirausaha Terpadu (BBM) diantaranya Cera Production, W House Homestay, Warhole Store, Warhole Konveksi, Nimco, Indocoach, Indmira, Nazma, Kaja Sibori, Kampung Roti, Fadeo Party, Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, Khanza Food. Cera Production merupakan perusahaan milik alumni Amikom Yogyakarta yang sukses menjadi pengusaha. Cera juga memenangkan kompetisi Wirausaha Muda Mandiri tahun 2015. Saat ini Cera sedang melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia. W House merupakan perusahaan Nasional yang bergerak di bidang homestay. Saat ini telah mengelola rumah warga yang bekerja sama dengannya di wilayah Yogyakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. W House juga merupakan perusahaan milik alumni Amikom. Sementara NIMCO merupakan perusahaan cloting terbesar di Yogyakarta. NIMCO juga dimiliki oleh alumni Amikom Yogyakarta yang sudah sukses berwirausaha. Bahkan NIMCO mengajak kerjasama dengan Prodi Kewirausahaan dalam hal pengelolaan Laboratorium Bisnis.

Indikator keberhasilan program BBT, apabila semua pihak yang terlibat (perusahaan mitra, mahasiswa maupun Prodi Kewirausahaan) mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Perusahaan mitra, semoga setelah selesai kegiatan BBT, omsetnya akan bertambah. Begitu juga mahasiswa setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa harus mengimplementasikannya dalam pengembangan bisnisnya masing-masing. Harapannya bisnis mahasiswa ada perbedaan antara sebelum dan sesudah mengikuti BBT, tentunya perubahan yang lebih baik. Kegiatan ini durasinya selama satu semester. Penilaiannya pun meliputi beberapa aspek diantaranya keaktifan mahasiswa dalam mengikuti sosialisasi, pembekalan, penilaian oleh UMKM, penilaian presentasi hasil BBT dan penilaian presentasi kemajuan bisnis mahasiswa. Itulah konsep merdeka belajar berwirausaha yang sedang kami kembangkan. Demikian semoga bermanfaat. Aamiin yra. (artikel ini telah tayang di tribu, 09.02.2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.