BERITA

5 Level Kepemimpinan


2020-07-01

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 14.02.2020 lebih baik dari kemarin. Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah seorang pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah seorang pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Begitulah terjemah dari HR. Bukhori : 4879. Bagaimana dapat menjadi seorang pemimpin yang baik dan dapat menginsipirasi banyak orang.

Menurut John C Maxwell (guru kepemimpinan), kepemimpinan adalah tentang pengaruh. Yakni ketrampilan seseorang dalam membangun dan menanamkan pengaruh. Dia membagi kepemimpinan menjadi  5 (lima) level yang harus dilewati, yaitu level  1) posisi (position). Level 2) permisi (permission). Level 3) produksi (production). Level 4) pembangun orang (people developer). Dan level 5)  pemilik hati seorang pemimpin (personhood).

Level Posisi (position). Inilah level kepemimpinan yang paling rendah. Pada level ini, orang mengikuti kita karena “kebetulan”.  Mereka tidak punya pilihan sebab kitalah yang dipercaya untuk memegang suatu jabatan atau posisi tertentu. Otoritas pemimpin di level ini hanya sebatas posisi atau jabatannya. Bawahan hanya perlu berinteraksi sekedar hanya untuk mendapatkan tanda tangan dan persetujuan. Di level ini pula, banyak bawahan tidak merasa betul-betul dimiliki oleh atasannya, sehingga tak heran di belakang mereka kadang memperbincangkan atau “ngrasani” pemimpinnya. Kepemimpinan di level ini biasanya bertahan beberapa waktu,  tapi ada yang bertahun-tahun tapi tidak pernah naik ke level di atasnya.

Level permisi (permission). Pada level ini telah terjadai hubungan dan kesediaan (permission). Pada level ini, orang sudah mulai mengikuti bukan karena “harus” tetapi karena mereka “ingin”. Di level ini pengaruh kita sebagai pemimpin mulai kelihatan, sudah terjadi kontak batin serta mulai ada chemistry. Proses interaksi dan hubungan mulai terbangun. Apabila kita terlalu lama di level ini, kita menjadi sangat populer di mata pengikutnya.

Level produksi (production). Pada level ini, selain sudah mendapat kontak batin dari para pengikut, kita sudah dapat menghasilkan sesuatu yanga dapat dibanggakan dari hasil kerja super tim yang dibangun bersama. Harapannya setelah kita dapat menggerakkan super tim tuk menghasilkan sesuatu yang dibanggakan, anggota tim akan merasa bangga dan tertarik menjadi seorang pemimpin.

Level pembangun orang (people developer). Disinilah seorang pemimpin tahu bahwa ia tidak bisa menjadi sukses sendirian, atau hanya dirinya yang mampu, sementara pengikutnya atau anak buahya bergantung padanya. Di level ini, seorang pemimpin mulai banyak meluangkan waktunya untuk melakukan proses coaching dan counseling ataupun mentoring untuk mendidik orang-orang di bawahnya agar mampu menjadi seorang pemimpin. Pada level ini, seorang pemimpin sudah mulai mencari dan mengkader calon-calon penggantinya.

Level pemilik hati seorang pemimpin (personhood). Level kepemimpinan tertinggi atau kelima yaitu pemimpin yang sungguh sangat menginspirasi. Hebatnya pemimpin level ini, setelah pemimpin tersebut tidak ada, semangat dan nilai-nilai serta filosofi kepemimpinannya masih dapat dirasakan bahkan tumbuh dan berkembang. Banyak pemimpin yang sudah sampai di level ini, diantaranya Bung Karno, Bung Hatta, Gus Dur, Mahatma Gandhi, dkk. Demikian semoga bermanfaat, aamiin yra. (artikel ini telah tayang di tribun, 14.02.2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.