BERITA

RAPPORT BUILDING


2020-07-03

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jumat 06.03.2020 lebih baik dari kemarin. Salah satu indikator alumni Amikom Yogyakarta adalah memiliki kemampuan memimpin. Maka dari itu di Jurusan Kewirausahaan Universitas Amikom Yogyakarta ada mata kuliah "Kepemimpinan dan Negosiasi” yang sifatnya wajib. Apalagi kepemimpinan juga dibutuhkan oleh calon-calon wirausaha. Pertanyaan pertama yang kami lontarkan kepada para mahasiswa adalah “apa yang dimaksud dengan kepemimpinan”. Salah satu mahasiswa menjawab, “kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain dengan tujuan untuk mencapai goal organisasi atau perusahaan”. Berdasarkan jawaban tersebut, ada dua kata kunci yaitu mempengaruhi orang lain dan goal organisasi (bisnis maupun non-bisnis). Kemudian mahasiswa kami minta untuk mendiskusikan hal tersebut. Untuk dapat mempengaruhi orang lain, dibutuhkan ilmu pengetahuan apa, ketrampilan apa dan attitude (sikap/perilaku) apa. Begitu juga dengan kata kunci kedua, dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan maupun attitude apa saja. Ilmu pengetahuan maupun ketrampilan yang dibutuhkan dalam mempengaruhi orang lain adalah komunikasi, kata para mahasiswa yang sangat luar biasa itu.

Salah satu teknik berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain adalah rapport building. Sebagaimana kata pakar kepemimpinan dunia, John C Maxwell, bahwa kepemimpinan adalah pengaruh. Agar komunikasi kita lancar, maka hal pertama yang harus dibangun adalah jembatan antara kita dengan lawan bicara. Jembatan itu biasa disebut dengan rapport. Membangun jembatan komunikasi diistilahkan dengan rapport building. Dalam rapport building, tujuan yang dicari adalah membangun koneksi atau jembatan antara pikiran bawah sadar (sub-conscious) lawan bicara dan kita, sehingga setiap informasi yang dikirim, diterima dengan baik oleh pikiran bawah sadar lawan bicara. Manfaat dari rapport building diantaranya mempermudah komunikasi dan meminimalisir hambatan komunikasi yang kemungkinan terjadi. Selain itu juga bermanfaat untuk membangun kepercayaan atau trust. Bagaimana cara membangun rapport building? Melalui 3 (tiga) tahapan meliputi  menyelaraskan (pacing) à Kalibrasi (calibration) à memimpin komunikasi (leading).

Menyelaraskan. Merupakan aktivitas menyamakan atau menyelaraskan. Bisa menyamakan pembicaraan tentang hobi, makanan, pendidikan, keluarga, pekerjaan, kesehatan, dll. Contohnya, bila teman kita bilang “aku hobinya olah raga GYM”. Maka untuk menyelaraskannya, kita mengatakan “owh… kakakku juga suka olah raga GYM”. Selain menyelaraskan dalam bentuk verbal, juga dapat dilakukan dalam bentuk non-verbal. Dengan cara mencocokkan gesture, intonasi, nafas, kedipan mata, dan berbagai respon non-verbal yang muncul secara tidak sadar. Contoh menyelaraskan non-verbal, jika lawan bicara sedang duduk, maka sebaiknya kita juga ikut duduk. Hal terpenting yang perlu kita ketahui adalah ketika melakukan proses penyelarasan lakukan dengan sangat natural. Bahkan tidak semua gerakan lawan bicara wajib diikuti. Biarkan proses tersebut berjalan secara alami. Umumnya pacing dilakukan sekitar 2 s.d. 5 menit.

Kalibrasi. Merupakan tolak ukur untuk menentukan saat yang tepat dalam memimpin. Pada saat yang tepat lakukan perubahan posisi atau gerakan tubuh secara tiba-tiba dan perhatikan apakah lawan bicara melakukan gerakan yang kurang lebih sama (mengikuti) dengan apa yang kita lakukan. Lakukan hal ini kurang lebih 3 (tiga) kali dengan adanya jeda waktu. Jika lawan bicara sudah mulai mengikuti gerakan kita, berarti sudah terjalin rapport dan selanjutnya ke tahapan leading.

Leading atau memimpin. Merupakan kegiatan memberikan arahan dalam berkomunikasi. Kegiatan leading ini bisa dipakai untuk tujuan motivasi, penjualan, negosiasi, dan lain-lain. Demikian semoga bermanfaat, aamiin aamiin yra.  (Artikel ini telah tayang di tribun 06.03.2020)

 

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.