BERITA

SELF-TALK POSITIF PENANGKAL MADESU


2020-09-11

 

Pernahkah bertanya ke dalam diri sendiri mengapa hidup sepertinya tidak tersentuh keberuntungan, mengapa selalu gagal dalam situasi tertentu, masa depan suram (madesu) dan menjadi frustasi? Jawaban atas semua pertanyaan tersebut adalah self-talk apa yang selama ini digemakan setiap detik di dalam diri.

Ya, self-talk adalah kunci pembeda nasib seseorang yang menentukan berbagai peristiwa dalam hidup dan cara seseorang berhubungan dengan orang lain. Self-talk pertama kali digaungkan oleh Joel Chue. Self-talk atau dialog batin adalah seni berbicara, berdialog kepada diri sendiri, berbicara dengan pikiran-pikiran yang ada di dalam kepala. Setiap hari setiap orang melakukan self-talk, hanya saja tidak disadari misalnya ketika seseorang harus mengambil keputusan, berkomunikasi dengan orang lain, merenungi masa lalu atau bahkan di saat seseorang dalam keramaian. Self-talk bertaburan di dalam pikiran setiap detik dan tanpa disadari memberikan pengaruh besar dalam hidup.

Psikologi modern mengatakan bahwa manusia berbicara dengan orang lain tidak lebih dari 20.000 kata per hari, tetapi berbicara dengan diri sendiri atau self-talk lebih dari 60.000 kata per hari yang artinya kata-kata yang menjadi dialog batin seseorang memenuhi  pikirannya sendiri lebih banyak daripada yang diucapkannya ke orang lain. Analoginya seperti tetesan air yang mampu melobangi batu, begitupun tetesan kata-kata yang didialogkan di dalam batin akan mampu membentuk pikiran yang lalu membentuk kebiasaan kemudian membentuk karakter diri, dan berujung pada membentuk nasib diri sendiri

Self-talk ada dua macam yaitu self-talk positif dan negatif. Masing-masing self-talk memberi pengaruh yang sama kuatnya terhadap pikiran yang dapat membuat seseorang merasa percaya diri atau ragu, berani atau takut, sukses atau gagal. Rasa cemas atau depresi sebenarnya dapat hilang jika yang dikelola di dalam kepala berupa kata-kata positif yang membangun pikiran sehat misalnya dengan mengatakan kepada diri sendiri “saya bisa mengerjakan itu”, “saya berguna”, atau “saya ditakdirkan untuk sukses”. Seseorang yang berfikir positif akan menutup pikiran terhadap hal-hal negatif dan akibatnya memberi pengaruh baik terhadap perkembangan diri sendiri begitupun sebaliknya.

Kesadaran manusia terbagi atas alam sadar dan alam bawah sadar. Sigmund Freud menyatakan bahwa alam bawah sadar tempat manusia menyimpan bentuk-bentuk emosi yang beragam seperti kenangan yang membawa perasaan bahagia atau sakit, kecemasan atau ketenangan dan trauma masa lalu yang membentuk memori, mimpi, naluri, dan intuisi manusia. Kekuatan alam sadar hanya 12 persen sedangkan kekuatan alam bawah sadar mencapai 88 persen. Jika alam bawah sadar berisi self-talk positif maka pikiran menjadi sehat hidup akan menuju hal-hal positif, nasib positif, demikian juga sebaliknya.

Sehat tidaknya pikiran akan bergantung dari jenis asupan yang dimasukkan ke dalam pikiran. Jika asupan makanan untuk badan masuk melalui mulut, maka asupan untuk pikiran masuk melalui mata dan telinga. Misalnya jika membiasakan diri melihat dan mendengarkan tayangan positif atau lagu-lagu bernada positif maka dalam alam bawah sadar akan terbentuk visual kebaikan, kegembiraan, penuh semangat, perasaan tenang, terkontrol dan bentuk-bentuk pikiran positif lain yang ini menjadi self-talk positif di dalam diri begitupun sebaliknya jika membiasakan diri mengakses hal-hal negatif.

Self-talk menentukan apakah seseorang akan bernasib baik atau buruk. Semua ada di tangan masing-masing orang. Self-talk positif menentukan desain masa depan yang positif, penangkal masa depan suram (madesu). (Artikel ini telah tayang di KR 7 Juli 2020).

 

Sekprodi Kewirausahaan

 

Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A.