BERITA

TANGKAPLAH PELUANG BISNIS!


2020-09-11

 

 

Apa yang dimaksud dengan peluang bisnis? Jawaban pada umumnya menyamakan peluang bisnis dengan kesempatan bisnis. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui mana yang bisa disebut sebagai peluang bisnis dan kapan peluang bisnis itu terjadi?

Peluang bisnis terjadi ketika ada gap antara permasalahan yang dihadapi konsumen dibandingkan dengan solusi yang ditawarkan oleh pelaku bisnis.

 Salah satu contoh untuk menggambarkannya yaitu ojek offline. Dimulai dari permasalahan konsumen apa saja yang ada saat itu? Misalnya jika ingin memesan ojek konsumen tidak bisa menunggu di sembarang tempat, konsumen harus pergi ke pangkalan ojek, lalu ada permasalahan keamanan konsumen yang tidak dapat dipantau, harga yang tidak standar, kendaraan yang kadang-kadang macet, pengemudi ojek yang kesasar, dan mungkin aroma helm yang terkadang membuat konsumen tidak nyaman. Deretan permasalahan konsumen ojek offline ini cukup banyak dan membutuhkan solusi dari para pelaku bisnis ojek.

Namun adakah pelaku bisnis ojek offline yang dapat memberi solusi atas semua permasalahan tadi? Sebelum tahun 2010, pelaku bisnis ojek yang dapat memberi solusi atas semua permasalahan tadi dapat dikatakan hampir tidak ada. Kalaupun ada, pelaku bisnis ojek yang ada saat itu hanya mampu memberi solusi atas satu atau dua permasalahan konsumen. Di sini tampak gap cukup besar antara permasalahan konsumen dibandingkan dengan solusi yang ditawarkan oleh pelaku bisnis ojek offline. Inilah yang disebut  peluang bisnis dan jika pelaku bisnis ojek offline cukup cermat dan gercep (gerak cepat) maka akan dimungkinkan menangkap peluang bisnis ini lebih dulu dibanding kompetitor.

Tahun 2010 GoJek datang dengan layanan pemesanan ojek melalui call-center, lalu tahun 2015 meluncurkan aplikasi layanan ride-sharing berbasis sepeda motor untuk memberi solusi atas deretan permasalahan yang dihadapi konsumen ojek offline. GoJek cermat dan gercep (gerak cepat) menangkap peluang bisnis yang timbul akibat adanya gap antara permasalahan konsumen ojek offline dibanding solusi yang ada saat itu. GoJek memahami benar bahwa inti dari berbisnis adalah menjual solusi kepada konsumen, bukan sekedar menjual produk atau jasa.

Banyak pelaku bisnis yang tersesat dengan pemahaman dangkal bahwa berbisnis itu cukup menjual produk atau jasa saja. Padahal tanpa kemampuan memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi konsumen maka produk atau jasa yang ditawarkan menjadi tidak ada artinya bagi konsumen dan konsumen enggan membelinya.

Konsumen cenderung membeli produk atau jasa yang memberi solusi, misalnya dalam kasus lain ketika muncul permasalahan gigi berlobang maka konsumen akan mencari produk pasta gigi yang menawarkan solusi untuk gigi berlobang. Dalam ingatan konsumen yang muncul pertama kali adalah “Gigiku berlobang, pasta gigi apa ya yang bisa mengatasinya?”. Konsumen akan mencari tahu dari iklan komersial atau saran orang-orang terdekat. Inilah kenapa iklan produk atau jasa seringkali menampakkan solusi yang ditawarkannya di sebagian besar durasi iklan mereka.

 Ketika produk atau jasa kurang atau tidak memberi solusi bagi permasalahan konsumen maka kemungkinan pelaku bisnis akan terjebak dalam perang harga dengan kompetitor. Perang harga menimbulkan penderitaan bagi pelaku bisnis terutama bagi yang bermodal minim.

Penting bagi pelaku bisnis mengasah kemampuannya dalam mendeteksi permasalahan konsumen yang ada saat ini dan sudah adakah solusi yang tepat dari para pelaku bisnis? Jika belum ada, maka inilah peluang bisnis. Gerak cepat dan tangkaplah! (Artikel ini telah tayang di KR 4 Agustus 2020).

 

Sekprodi Kewirausahaan

 

Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A.