BERITA

ENTREPRENEUR DO-ER


2020-09-11

 

 

 

Beranikah menjalankan bisnis milik sendiri?

Seluruh hal yang terjadi selalu dimulai dengan langkah pertama. Termasuk menjadi entrepreneur bermula dari langkah pertama, keberanian dibutuhkan di sini untuk memulai langkah pertama. Seperti anak kecil yang belajar berjalan, dibutuhkan keberanian untuk memulai tapak pertama, seperti seseorang yang belajar mengendarai sepeda, dibutuhkan keberanian untuk melakukan kayuhan pertama, atau juga seperti seseorang yang ingin bisa berenang tentu akan menceburkan diri ke air terlebih dahulu untuk bisa menaikkan tingkat keterampilan menjadi perenang handal, seperti itu pula menjadi entrepreneur. Ceburkan diri dalam bisnis lalu kembangkan bisnis ke tingkat yang diimpikan. Entrepreneur sejati adalah para do-er, para eksekutor dalam bisnis, pelaku bisnis bukan sekedar pemimpi bisnis.

Tetapi bisnis dimulai dari sebuah impian? Ya, benar, namun bukan impian yang memabukkan, bukan impian yang tak kunjung menjadi nyata. Ide bisnis yang paling baik adalah yang dijalankan. Banyak orang berani memiliki ide bisnis tetapi tidak semua orang berani melakukan langkah pertama untuk mewujudkannya menjadi nyata. Ribuan alasan ada di balik ketiadaan tindakan nyata. Ada orang yang terlalu sibuk dengan perencanaan, ada yang terlalu banyak memikirkan risiko hingga berada di titik ketakutan untuk melangkah, ada yang sekedar pencitraan, ada yang lebih senang membeberkan ide bisnis ke orang lain demi sebuah pujian fana hingga menemui keraguan akan kemungkinan menjadi entrepreneur sukses dan ada juga yang berpikir bahwa menjadi entrepreneur akan menghilangkan zona nyaman hidup.

Entrepreneur do-er, entrepreneur yang berani melakukan eksekusi bisnis awal mulanya berada di titik yang sama dengan para thinker atau dreamer yaitu mereka yang berada di titik ‘memiliki impian’, dan yang membuat perbedaan ada di titik berikutnya, yaitu aksi nyata. Masuki dunia nyata. Bangun dari mimpi dan hadapi kenyataan yang ada di depan mata dengan mencari solusi agar ide bisnis terwujud dan bisa dirasakan secara fisik keberadaannya.

Jika mempunyai ide bisnis menjual permen cokelat, ya buatlah permen cokelat terlebih dahulu. Mempunyai ide membangun rumah kluster, ya sediakanlah desain rumah terlebih dahulu. Atau jika tidak memiliki keterampilan membuat, ya jual saja produk atau jasa milik entrepreneur lain. Apapun, yang penting ada aksi nyata pertama yang dilakukan. Lalu lanjutkan dengan aksi nyata kedua, ketiga, dan seterusnya sampai ketika menengok ke belakang bahkan sudah tidak bisa lagi melihat jejak langkah aksi pertama dikarenakan tanpa disadari aksi diri sudah menempuh ribuan kilometer. Pada akhirnya yang dapat dilihat hanyalah jalan yang membentang di depan, titik-titik pencapaian, masa depan yang ingin diwujudkan.

Entrepreneur Bob Sadino mengibaratkan aksi nyata dalam bisnis itu seperti jika jalanan terhalang batu, singkirkanlah; jika bertemu dinding penghalang, panjatlah; jika terhalang belukar yang lebat, tebaslah dan jika ada lobang di tengah jalan, lompatilah. Tindakan nyata akan membentuk kebiasaan, kemudian membentuk karakter diri, dan berujung pada membentuk nasib diri sendiri. Inilah entrepreneur do-er.

Entrepreneur do-er adalah seseorang yang bersedia memberikan waktunya untuk mewujudkan ide bisnis. Seseorang yang kaya ide, kaya nyali, banyak ilmu, ada aksi. Seseorang yang tahu dengan pasti apa yang diinginkannya dengan ide bisnisnya dan apa yang pasti akan dilakukannya. Seseorang yang menjadikan dirinya tuan bagi bisnis impiannya dan bukan budak dari impian. Entrepreneurs are doers, not thinkers. (Artikel ini telah tayang di KR 1 September 2020).

 

Sekprodi Kewirausahaan

 

Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A.