BERITA

CORE BUSINESS


2020-09-27

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari Jum’at 04.09.2020 lebih baik dari kemarin. Materi hari ini diambil dari catatan kegiatan Pelatihan Pendamping Wirausaha Mahasiswa Indonesia Kemendikbud beberapa hari yang lalu. Coach Erry Ismali selaku pemateri menyampaikan bahwa core bisnis secara prinsip itu ada 4 macam, yaitu Commodity/Trader, Manufacture/Producer, Product/Product brand, dan Distribusi/Store brand. Tapi masih ditambah satu lagi yaitu inovasi.  

Core bisnis merupakan sebuah aktivitas utama atau penting bagi sebuah bisnis untuk menciptakan keunggulan produk yang kompetitif. Materi ini penting dipelajari dan dipraktekkan bagi para mahasiswa Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta, mahasiswa Prodi lainnya yang tertarik jadi pengusaha maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Salah satu keuntungan mengetahui core bisnis kita adalah dapat lebih memfokuskan atau mengkonsentrasikan diri pada bisnis utama, sehingga akan menghasilkan keunggulan komparatif yang lebih besar dan mempercepat pengembangan bisnis serta lebih menjamin keberhasilan.

Suatu proses dikatakan berada di dalam domain core business jika memenuhi minimal satu dari tiga kriteria berikut. Pertama proses yang ada terkait langsung dengan aktivitas penciptaan produk atau jasa. Kedua perusahaan akan terancam eksistensi atau kemampuan berproduksinya, jika proses terkait terganggu. Ketiga pelanggan atau konsumen, bersedia membayar dalam arti kata “value for money” kepada perusahaan untuk melakukan proses tersebut. Core business, dimungkinkan untuk berubah. Nokia adalah salah satu contoh perusahaan yang tadinya perusahaan pengolahan kayu, kemudian berubah masuk ke pembangkit listrik dan akhirnya masuk dan mengubah wajah telekomunikasi dunia.

Core bisnis commodity/Trader. Merupakan bisnis yang aktivitasnya menjual barang. Orang atau perusahaan yang fokus pada bisnis commodity biasa disebut dengan trader atau pedagang atau penjual. Bicara komoditi adalah produk-produk yang tidak punya merek, atau yang sudah ada merek tapi sudah tidak punya nilai tambah atau secara nilai tambahnya, kecil. Misal dia beli seharga 100ribu kemudian dia jual lagi seharga 150ribu.

Core bisnis manufacture/Produsen. Merupakan bisnis yang aktivitas utamanya pada kegiatan produksi barang.  Orang atau perusahaan yang bergerak di bidang ini kita sebut sebagai produsen. Perusahaan ini memproduksi sesuatu atau membuat barangnya. Kalau komoditi adalah bahan bakunya maka manufaktur adalah membuat barangnya. Untuk menjadi sukses, kita perlu mencari keunggulan kompetitif di luar operasi sendiri. Selain itu juga perlu melihat rantai nilai pesaing, pemasok, distributor dan pelanggan. Sekarang sudah banyak perusahaan yang bermitra dengan pemasok maupun distributor tertentu untuk menciptakan jaringan nilai pengiriman unggul. Target core bisnis manufaktur ini adalah efisiensi dan kapasiti atau kapasitas.

 

Core bisnis product/product brand. Orang atau institusi yang fokus pada produk, kita sebut sebagai pemegang produk brand. Jadi yang pertama bicara masalah bahan baku, lalu diolah di manufaktur dan produknya diberi merek namanya product brand.

Core bisnis distribusi/Store Brand. Orang atau pebisnis yang  fokusnya pada distribusi barang disebut store brand. Empat hal tersebut adalah yang paling basic atau dasar. Misalkan produknya sepatu. Maka bahan baku sepatu seperti karet, sol, lem itu termasu commodity. Bahan baku tersebut diproduksi di manufacture, yang memberikan merek sepatu adalah pemegang product brand serta yang menjual sepatu yang sudah dikasih merek tertentu dinamakan  store brand. Menurut coach Erry Ismali, kita selaku pengusaha pada tahap awal merintis bisnis, harus memutuskan satu dari empat core bisnis tersebut. Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jumat 04-09-2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, S.E., M.M.