BERITA

MENGAPA BELAJAR BISNIS


2020-09-27

 

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 26.09.2020 lebih baik dari kemarin. Kompas.com melansir berita, pemerintah baru saja merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke-3 mendatang. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi bakal kembali negatif di kisaran -1,7 % hingga -0,6%, artinya Indonesia bakal mengalami resesi. Resesi berdampak pada meningkatnya kemiskinan dan pengangguran secara signifikan.  Sebab pada kuartal ke-2 yang lalu kinerja perekonomian Indonesia juga tercatat negatif 5,32%. Sekarang jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang dan akan bertambah lebih dari 5 juta. Sementara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan, dengan adanya resiko resesi tersebut, jumlah pengangguran di Indonesia bakal meningkat hingga 5 juta orang. Oleh karena itu, langkah-langkah ke depan dalam penciptaan lapangan kerja menjadi penting.

Melihat kondisi tersebut, merupakan suatu keputusan dan eksekusi yang tepat bagi lebih dari 80 lulusan SMA/SMK sederajat dari seluruh Indonesia, memilih Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta sebagai tempat yang tepat untuk belajar bisnis mulai tahun ini. Beberapa perusahaan ada yang merumahkan pegawainya sampai melakukan PHK, tapi hal itu tidak dilakukan oleh pengusaha-pengusaha muda Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta. Malah ditengah-tengah pandemi covid-19, mereka merekrut orang-orang marginal tuk bergabung di bisnisnya. Sebut saja dewimedialestasi.com, delvd, CV. YCA Indonesia dan yang lainnya yang tidak saya sebut semuanya disini. Bahkan mereka telah menorehkan prestasi dengan dipercaya untuk mengelola dana hibah dari kemendikbud Republik Indonesia melalui program Hibah Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2020. Hal itu membuktikan bahwa, pandemi bukan untuk dikeluhkan tapi, menjadi peluang yang harus didapatkan. Keren banget ya….  Oya…bisnis mereka di bidang jasa dan industri kreatif. 

Kata bisnis berasal dari Bahasa Inggris “Business”, dari kata dasar “Busy” yang berarti sibuk (dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat). Dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada masyarakat atau  pasar, untuk mendapatkan laba.

Berdasarkan definisi tersebut, terdapat dua kelompok besar yaitu organisasi bisnis dan pasar (masyarakat). Organisasi akan mengelola sumber daya berupa material, man (manusia), mesin (teknologi), money (uang) dan metode untuk menciptakan produk (barang/jasa) yang dibutuhkan oleh pasar. Pasar meliputi pasar konsumen, pasar industri, pasar internasional dan pasar pemerintah. Pasar konsumen artinya mereka membeli produk atau jasa untuk dikonsumsi atau dipakai sendiri. Pasar industri berarti mereka membeli produk atau jasa untuk diolah kembali menjadi produk baru. Pasar internasional berarti organisasi menjual produk atau jasa kepada pasar ke luar negeri. Sedangkan pasar pemerintah itu adalah pasar yang membeli produk atau jasa untuk operasional pemerintahan. Masih ada satu lagi yang saat ini peluangnya juga sangat bagus yaitu pasar komunitas.

Bisnis pada hakekatnya merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia berupa produk (barang atau jasa) yang bermanfaat bagi masyarakat. Orang yang melakukan kegiatan bisnis dinamakan pebisnis atau businessman. Pebisnis akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Karakteristik pebisnis secara umum memiliki pengetahuan dan  ketrampilan bisnis serta karakter yang baik, berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di tribun, Jumat 26-09-2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, S.E., M.M.