BERITA

PRINSIP MANAJEMEN RANTAI PASOK


2020-10-19

Bismillaahirrohmaanirrohiim, pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 09.10.2020 lebih baik dari kemarin. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Manajemen), merupakan kegiatan pengelolaan aliran barang terintegrasi dari hulu (supplier) sampai hilir (customer), berlandaskan tindakan efisiensi dalam jejaring aliran barang yang meliputi supplier, manufaktur (pabrik), warehouse (gudang), transportasi, distributor, retailer dan customer. Manajemen rantai pasok bertujuan untuk memproduksi barang berkualitas dengan biaya optimal, peningkatan kinerja dan daya saing serta kecepatan dan ketepatan waktu supply. Prinsip manajemen rantai pasok, meliputi integrasi, jejaring, ujung ke ujung, saling tergantung, komunikasi, kemitraan, dan dukungan. Baik marilah kita bahas satu per satu ketujuh prinsip tersebut.

Prinsip integrasi, merupakan prinsip dimana pihak-pihak yang terkait, berada dalam satu kesatuan yang kompak dan menyadari saling ketergantungan. Mengintegrasikan dan mensinkronkan pihak-pihak terkait meliputi pemasok, manufaktur dan distributor. Harapannya Produk yang dihasilkan dan didistribusikan memenuhi kualitas, jumlah, waktu dan tujuan, serta dapat mengoptimalkan biaya, meningkatkan daya saing dan layanan pelanggan.

Prinsip jejaring, artinya semua elemen manajemen rantai pasok berada dalam satu hubungan kerja yang selaras, baik rantai suplay upstream (hulu), rantai suplay internal maupun rantai suplay dowmstream (hilir). Rantai suplay hulu meliputi perusahaan manufaktur dan pemasok, dan fokus kegiatan adalah pengadaan barang. Rantai suplay internal meliputi kegiatan gudang dan proses produksi, dan fokus perhatian utamanya pada manajemen produksi, pabrikasi dan pengendalian persediaan. Rantai suplay downstream, meliputi distributor dan konsumen, fokus utamanya pada distribusi, pergudangan, transportasi dan layanan purna jual.

Prinsip ujung ke ujung atau dari hulu (supplier) ke hilir (customer). Konsep dalam manajemen rantai pasok, dapat mengurangi jumlah supplier. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi ketidakseragaman, mengurangi biaya tambahan, proses negosiasi dan waktu pelacakan (tracking). Mendekat ke sumber dan pelaksanaan pengadaan langsung ke produsen, tanpa melalui perantara yang akan menambah biaya. Suplier dalam manajemen rantai pasok berarti produsen, bukan perantara.

Prinsip saling tergantung (setiap elemen dalam Manajemen Rantai Pasok menyadari bahwa untuk mencapai manfaat bersaing diperlukan kerjasama yang saling menguntungkan.

Prinsip komunikasi, artinya data yang akurat memberikan informasi tepat untuk memperlancar aliran barang. Dengan kata lain, keakuratan data menjadi darah dalam jaringan untuk menjadi ketepatan informasi dan material.

Prinsip kemitraan. Bekerja sama, saling membagi dan mengkomunikasikan informasi, saling percaya, mengutamakan kualitas dan waktu. Suplier partnership merupakan kemitraan yang dapat menjamin kelancaran arus barang. Harapannya dengan prinsip kemitraan, pengusaha dapat melaksanakan pengembangan secara terus menerus dalam efisiensi dan mutu barang.

Prinsip dukungan. Pelaksanaan Manajemen Rantai Pasok, mendapat dukungan penuh dari manajemen dan fungsi operasional dalam proses perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan pengendalian.

Sementara menurut David Jacoby, terdapat empat prinsip yang mendasari manajemen rantai pasok, yaitu  1) efisiensi, 2) reliabilitas, 3) flesibilitas dan 4) inovasi. Efisiensi merupakan prinsip dimana apa yang dikerjakan oleh manajemen harus berdasarkan prinsip biaya rendah dan waktu minimum. Reliabilitas, prinsip yang mengatakan bahwa apa yang dihasilkan selalu konsisten, baik dari segi produk maupun kualitas pelayanan. Fleksibilitas, prinsip yang berpegangan bahwa apa yang dikerjakan manajemen haruslah ada kelenturan baik dalam aturan maupun dalam kemampuan mengikuti irama permintaan pelanggan. Inovasi, prinsip ini diperlukan karena persaingan di pasar tidak tetap dan terus berubah. Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jum’at 09.10.2020).

 

 

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.