BERITA

SETIAP KARYAWAN ADALAH PEMASAR


2021-03-21

 

Bismillaahirrohmaanirroohiim, pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at, 23.10.2020 lebih baik dari kemarin. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler dan Lane (2007). Pemasaran bukan sekedar perluasan dari penjualan, pemasaran sama sekali bukan aktivitas khusus, tetapi merupakan keseluruhan bisnis yang dilihat dari sudut pandang hasil akhir yang dicapai, yaitu dari sudut pelanggan (Ducker (1954). Dalam setiap bisnis hanya pemasaran dan inovasi yang menciptakan pendapatan yang lain hanya menciptakan biaya. Orang yang melakukan kegiatan pemasaran dinamakan pemasar.

Ada salah satu aspek yang tidak boleh dilupakan oleh seorang pemasar yaitu dirinya sendiri. Ingat definisi organisasi? Kumpulan dari individu yang merupakan para pemasar. Walaupun mungkin tidak merasa sebagai pemasar karena tugas sehari-harinya tidak berkaitan dengan fungsi pemasaran. Misalkan karyawan yang bertugas di bagian produksi, atau di bagian keuangan, di bagian SDM dan lain sebagainya. Mereka semua secara langsung atau tidak langsung memiliki Eksternal dan Internal Customer.

External Customer, merupakan pelanggan yang berada di luar organisasi yang mengkonsumsi produk perusahaan. Contohnya bila usahanya Jasa Pelatihan Public Speaking, maka external customernya adalah para pemuda yang memilik rasa Percaya Diri (PD) kurang. External customer dari universitas Amikom adalah perusahaan pengguna lulusan Amikom. External Customer Prodi Kewirausahaan Amikom adalah user dari produk-produk mahasiswa. Sedangkan internal customer, merupakan “pelanggan” dari dalam organisasi yang menggunakan output dari pekerjaan kita, meliputi bawahan, atasan, rekan kerja setara atau rekan kerja dari departemen lain.

Pemasar mengidentifikasi kegelisahan & keinginan konsumen agar dapat membidik pikiran, hati, & sisi spiritual dari konsumen. Kegelisahan dan keinginan konsumen, dalam paradoks globalisasi, membentuk lingkungan organisasi dan dunia. Karena itu perusahaan yang ingin menjadi ikon, harus berbagi mimpi yang sama dengan konsumen dan membuat sebuah perbedaan. Agar dapat melaksanakan niat baik, perusahaan harus mencantumkan Visi, Misi, Nilai-Nilai Perusahaan, yang merupakan DNA Perusahaan.

Tantangan bagi karyawan yang juga merupakan pemasar di tempat kerjanya, meliputi 1) keadaan yang tidak menentu dan rentan terhadap perubahan (volatility), 2) ketidakpastian dan keadaan penuh dengan kejutan yang bisa terjadi kapan saja (uncertainty), 3) situasi dengan terlalu banyak variabel yang menyulitkan (complexity), 4) kebingungan membaca arah dengan jelas (ambiguity). Itu semua tidak bisa kita diprediksi. Lihat saja, tiba-tiba di bulan Maret tahun ini terjadi wabah Covid-19 di Indonesia. Hal itu merubah semua tatanan kehidupan maupun bisnis. Tantangan-tantangan itu yang disebut dengan istilah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity).

Istilah VUCA pertama kali diperkenalkan oleh angkatan darat Amerika Serikat untuk mengajarkan teknik kepemimpinan di medan perang. Era VUCA dalam bisnis terjadi karena variabel mempengaruhinya terlalu banyak. Ketidakpastian teknologi, politik, ekonomi bahkan fackor sosial budaya akan mempengaruhi pasar (change). Ketidakpastian dan keadaan penuh dengan kejutan dari para kompetitor, termasuk intervensi globalisasi. Kompleksnya perilaku konsumen, yang dipengaruhi oleh konektivitas dengan komunitasnya. Hal itu berdampak pada sulinya pengambilan keputusan (decision making) dari perusahaan karena multiinterpretasi yang mungkin terjadi. Produk yang kita anggap inovasi belum tentu laku. Perusahaan mapan mulai khawatir, dengan adanya pendatang baru yang lebih oke. Demikian, semoga bermanfaat, aamiin YRA.(Artikel ini telah tayang di Tribun pada, Jum’at, 23.10.2020)

 

Kaprodi S1 Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.