BERITA

TAMAN EKONOMI KREATIF


2021-03-21

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 20.11.2020 lebih baik dari kemarin. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, taman artinya kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dan lain sebagainya (tempat bersenang-senang). Di dalam taman biasanya terdapat berbagai macam bunga yang ditata dengan apik dan dirawat setiap hari, sehingga dapat mendatangkan kebahagiaan bagi siapa saja yang berkunjung. Rasa bahagia konon memicu semangat bekerja, berkarya, beraktivitas, bahkan ada yang meyakini bahwa rasa bahagia dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah korona. Kata taman kemudian berkembang misalnya taman bacaan (tempat membaca yang menyenangkan karena berbagai sumber bacaan ada disitu dan ditata rapi, bersih, sejuk). Taman budaya sampai ke taman ekonomi kreatif.

              Ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang mengutamakan kreativitas sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda, dan memiliki nilai tambah serta bersifat komersial. Kegiatan ekonomi adalah kegiatan merencanakan, merealiasikan dan mengendalikan (mengecek) produksi, distribusi, pemasaran suatu produk (barang, jasa, ide atau gagasan). Terdapat 16 (enam belas) subsektor ekonomi kreatif, yaitu 1) Film, Animasi dan Vidio. 2) Aplikasi dan Games. 3) Fotografi. 4) Arsitektur. 5) Radio & TV. 6) Periklanan (Advertising). 7) Kuliner, 8) Fashion. 9) Desain Komunikasi Visual (DKV). 10) Desain produk. 11) Desain interior. 12) Seni Kriya. 13) Seni pertunjukan. 14) Seni musik.  15) Seni rupa. 16) Penerbitan.

              Taman ekonomi kreatif, merupakan suatu area atau kawasan dimana terdapat berbagai macam subsektor ekonomi kreatif yang menyenangkan. Taman ekonomi kreatif yang menyenangkan, apabila memenuhi syarat : baru dan berbeda, memiliki nilai tambah dan bersifat komersial. Contoh taman ekonomi kreatif adalah Universitas AMIKOM Yogyakarta, dengan headlinenya “Amikom Creative Economy Park”. Ada apa saja sih… taman ekonomi kreatif yang ada di Amikom Yogyakarta?

              Subsektor Film, Animasi dan Video. Amikom mampu memproduksi film animasi kelas dunia dan sudah menerima beragam penghargaan internasional, seperti film animasi Battle of Surabaya. Bukan itu saja, sebentar lagi MSV Picture yang merupakan salah satu BUMA (Badan Usaha Milik Amikom) akan merilis film terbaru berjudul Aji Saka, dan karya lainnya yang siap ditunjukan. Untuk mengajarkan bagaimana pembuatan dan pemasaran film animasi kelas dunia, matakuliah perancangan film kartun, multimedia, manejemen pemasaran, kewirausahaan dan lain sebagainya, diajarkan di kampus ungu Amikom.

              Subsektor Aplikasi dan game. Di sektor ini, Amikom gudangnya inovator-inovator kreatif. Sutasoma, Game terbaru berbasis budaya dan teknologi AR (Augmented Reality) akan mewakili Indonesia di Ajang Asean ICT Award,  karya kolaborasi mahasiswa, dosen dan alumni Amikom. Usman, robot yang dapat membantu mensterilkan lantai masjid dari virus korona, juga karya mahasiswa Amikom, akan wakili Indonesia di ajang yang sama. Dua karya berikut juga akan mewakili Indonesia yaitu Latal (Lampu Tenaga Air Laut) dan Smart Terminal. Matras merupakan aplikasi solusi sampah rumah tangga, telah mendapatkan award mulai dari tingkat nasional sampai dengan internasioanal. Saat ini Matras sedang di desiminasikan di Kabupaten Tuban, bekerjasama dengan Mangrove Center. Killbot (aplikasi untuk membantu melindungi website UMKM/Instansi dari serangan heker), Plastik AI (Aplikasi solusi sampah plastik), serta dewimedialestari.com, merupakan Startup mahasiswa Amikom yang lolos ASMI (Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia) yang diselenggaran Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud dan delegasi Amikom di ajang Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesi (KMI) Award 2020. Demikian semoga bermanfaat, aamiin yra. (Artikel ini telah tayang di Tribun pada, Jum’at, 20.11.2020)

 

Kaprodi S1 Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.