BERITA

KARAKTER PRESUMPTIOUS


2021-03-21

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 04.12.2020 lebih baik dari kemarin. Perkembangan bisnis, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta globalisasi, merupakan salah satu faktor pendorong persaingan antar perusahaan yang semakin ketat. Hal itu menuntut perusahaan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia-nya, kualitas produk dan terus berinovasi untuk menang bersaing di pasar global. Persepsi positif, pemikiran kreatif dan semangat intrapreneurship yang kuat, merupakan modal penting yang dimiliki karyawan dalam menghadapi ancaman menjadi peluang yang menjanjikan. Intraprenuership merupakan jiwa kewirausahaan seorang karyawan. Ada 5 (lima) karakter yang menentukan kualitas karyawan menjadi seorang intrapreneur, yaitu 1) Purposeful, 2) Persuasive, 3) Persistent, 4) Presumptious, dan 5) Perceptive.

              Purposeful, merupakan karakter yang berorientasi pada tujuan yang jelas dan berniat sungguh-sungguh untuk mencapainya, bukan hanya sekedar menempelkan visi misi perusahaan sebagai asesories di dinding kantor. Persuasive, adalah karakter dengan kesadaran penuh bahwa sukses tidak bisa diraih seorang diri, pasar tidak mau membeli produk yang ditawarkan kalau tidak menarik atau diperlakukan secara tidak pantas. Untuk memperoleh bantuan orang lain, seorang karyawan harus menjaga perasaan orang lain dengan cara membujuk secara halus, mengayomi, sehingga dirinya memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat. Persistent, merupakan kegigihan dalam bekerja secara berkesinambungan, tidak mudah menyerah, bahkan di dalam otaknya tidak ada kata “tidak/tidak mungkin” tetapi tidak dengan menghalalkan segala cara. Melainkan menggunakan kekuatan pikiran dan menembus setiap kesulitan. Kegagalan merupakan hal yang penting dalam menguji sampai sejauh mana semangat yang dimiliki karyawan, sebab sebuah tujuan mulia hanya bisa dicapai melalui rangkaian rintangan yang harus dimaknai dengan baik. Presumptious, merupakan karakter yang tidak hanya bermimpi saja atau membuat tujuan saja, tapi melakukan aksi nyata untuk mewujudkannya. Strategi dan produk yang bagus juga tidak cukup, tapi strategi yang bisa dieksekusi dengan keberanian dan kecepatan bertindak. Bila perlu lakukan seorang diri tanpa perlu meminta petunjuk. Seorang intrapreneur mengambil keputusan dengan cepat, berani bertindak manakala orang lain masih ragu-ragu. Perseptive, merupakan kemampuan karyawan dalam melihat rangkaian aktivitas dan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan gagasannya, dengan intuisi yang dimiliki. Karyawan dengan jeli melihat peluang untuk dikembangkan sebelum orang lain melihatnya. Mampu melihat sesuatu yang tidak dilihat karyawan biasa dan mereka punya dorongan kuat menembusnya.

Bagaimana dengan karakter presumptious itu? menurut Steven Covey, ada 8 (delapan) kebiasaan seseorang yang sangat efektif, dimana kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, dapat menjadi pribadi yang hebat. Kedelapan kebiasaan tersebut yaitu 1) Proaktif, mengambil inisiatif untuk bertindak, bukan menunggu atau berwacana. 2) Bermula dari ujung pemikiran atau tujuan, artinya tindakan yang dilakukan, selalu berlandaskan pada tujuan yang telah ditetapkan 3) Mendahulukan hal yang utama, dan berusaha agar semua pihak mencapai kondisi akhir yang baik, dengan bertindak sesuai dengan skala prioritas. 4) Berfikir dan bertindak menang, dan membantu untuk mencari solusi akhir yang sama-sama menguntungkan. 5) Memahami untuk difahami. Kita harus dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan orang lain sebelum mengutarakan tujuan pribadi kita. Mendengarkan dengan seksama dan memikirkannya, menempatkan diri kita pada posisi orang lain. 6) Sinergi, 7) Menajamkan ketahanan, fleksibilitas dan kekuatan, dan 8) Menemukan keunikan diri dan membantu orang lain menemukannya. Demikian, semoga bermanfaat, aamiin yra. (Artikel ini telah tayang di Tribun pada, Jum’at, 3.12.2020)

 

Kaprodi S1 Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.