BERITA

MODAL HIDUP DI MASA DEPAN


2021-03-21


Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 15 Janauri 2021 lebih baik dari hari kemarin. Saat ini kita memasuki era baru, dimana sejak adanya pandemic covid-19, dunia telah fokus pada pengembangan teknologi. Mau tidak mau, dengan adanya teknologi, seluruh aktifitas yang berhubungan dengan interaksi antar manusia menggunakan daring (dalam jaringan) atau yang biasa kita sebut dengan online. Mengutip dari sebuah perusahaan perangkat keras di Amerika Serikat, DELL, menerbitkan laporan berjudul Masa Depan Dunia Kerja (Future of Work). Laporan yang merupakan hasil kerja sama dengan kelompok peneliti masa depan independen, Institute for the Future (IFTF) berisikan bahwa sepuluh tahun ke depan (per 2020) akan hadir teknologi baru yang akan membentuk lingkungan kerja antara manusia dan mesin. Hubungan antara manusia dan mesin yang semakin meningkat akan mempengaruhi jumlah ketersediaannya lapangan pekerjaan. Salah satu cara untuk dapat bertahan hidup yaitu dengan mempelajari bagaimana proses membangun sebuah bisnis atau memilih jalan menjadi wirausaha.

Wirausaha atau anak muda sering menyebutnya dengan entrepreneur, menjadi topik yang sangat hangat diperbincangkan hingga institusi pendidikan terlebih perguruan tinggi, lebih banyak mengarahkan peserta didiknya untuk menjadi pengusaha muda. Salah satunya yaitu program studi Kewirausahaan Universitas Amikom Yogyakarta dengan prodi barunya S1 Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Sosial (FES) di tahun 2017. Visi dari lulusan jurusan kewirausahaan Amikom adalah menjadi pengusaha yang memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi serta menebar kebajikan melalui usaha yang mereka dirikan sejak menjadi mahasiswa. Sehingga Amikom membawa tagline “Menjadi Pengusaha Sebelum di Wisuda”. Output dari prodi kewirausahaan nantinya selain dapat menjadi wirausaha, maka diharapkan dapat menjadi seorang konsultan bisnis untuk membantu menumbuhkan bisnis-bisnis di Indonesia.

Salah satu mahasiswa yang telah belajar untuk menjadi konsultan bisnis yaitu Mba Rahayu Dewi Kurnianingsih (Mba Uya). Bersama timnya yang terdiri dari tiga orang, antara lain Mas Yuanda Rahmat, Mba Rieke Indah, dan Mba Chairani, telah berhasil membawa kejuaraan di kompetisi bernama Kolabpreneur pada akhir Desember 2020. Tim tersebut berhasil mendapatkan juara Harapan I dari 36 peserta yang sebagian besar merupakan para pelaku usaha lama atau professional. Dari kompetisi tersebut, mereka dituntut untuk menyelesaikan kasus UMKM di Jakarta yang mana nantinya dari solusi yang diberikan dapat membantu UMKM tersebut untuk bertumbuh dan berkembang dalam menjalankan usahanya. Dari pembelajaran di perkuliahan, mereka mengaplikasikan ilmu mereka untuk menjadi konsultan UMKM sesuai dengan kasus per tim dan hasilnya sangat tak disangka. Menganalisis dimulai dari produksi, pemasaran, SDM, hingga hal yang paling penting yaitu value atau tujuan mulia yang ingin dibawa oleh UMKM tersebut dalam usahanya yang telah berjalan lama. Dari kompetisi ini, wawasan, dan pengetahuan mereka semakin berkembang dan yang terpenting adalah insight yang didapat dari lomba tersebut dapat membantu bisnis mereka masing-masing.

Dari cerita mereka kita belajar bahwa untuk membangun bisnis membutuhkan ilmu, terlebih untuk mengembangkan sebuah usaha yang telah berjalan lama. Karena dari ilmu yang dipelajari, kita menjadi lebih paham mengenai strategi, alur, serta aspek-aspek yang dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk barang maupun jasa yang kita jual. Untuk itu, saya mengajak kepada para pembaca, sebelum masa teknologi yang semakin canggih datang, mari kita sama-sama terbuka untuk belajar mengenai ilmu kewirausahaan sebagai modal hidup kita di masa depan. Jika membutuhkan konsultan-konsultan muda untuk membantu meningkatkan perkembangan usaha Anda, dapat menghubungi mahasiswa-mahasiswa kewirausahaan yang telah lulus di tahun 2021 ini. Semoga bermanfaat. (Artikel ini telah tayang di Tribun pada, Jum’at, 08.01.2021)

 

Kaprodi S1 Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.