BERITA

PENSIUN PRENEURSHIP


2021-04-26

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 05.02.2021 lebih baik dari kemarin. Pengertian pensiun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai. Salah satu dampaknya adalah sudah tidak lagi menerima gaji bulanan seperti biasanya. Bagi karyawan yang sumber penghasilan utamanya dari gaji bulanan dan tidak memiliki bekal pensiun baik finansial maupun non-finansial, sementara masih memiliki kewajiban-kewajiban diantaranya bayar biaya sekolah, bayar angsuran pinjaman, anak-anak belum mapan, kebutuhan rumah tangga yang tinggi. Pensiun bagi mereka tidak sangat diharapkan dan menjadi momok. Sementara bagi karyawan yang sudah siap baik dari segi finansial maupun non-finansial, pensiun merupakan hal yang menyenangkan, suatu kenikmatan tersendiri. Mereka dapat menikmati momong cucu, berkarya di masyarakat dan lain sebagainya tanpa dibebani hal lainnya. Umur berapa sih seorang pegawai harus pensiun? Kalau di instansi kami, seorang pegawai akan pensiun bila telah mencapai umur 56 tahun (karyawan), mencapai umur 65 tahun (dosen) dan umur 70 tahun (professor). Ada suatu profesi yang tidak bakalan terkena kata pensiun, yaitu entrepreneur atau wirausaha. Pensiun preneur merupakan kegaitan berwirausaha yang dijalankan oleh para pensiunan. Pensiun bukan berarti ingin berhenti bekerja. Berdasarkan suatu riset, calon pensiun justru ingin tetap bekerja.

Henry bos dari The Auto Bridal Indonesia mengatakan, pegawai yang hendak pensiun dari pekerjaanya dan hendak membangun usaha pribadi ada baiknya memilih bisnis yang tidak bikin lelah diri, memilih usaha yang resikonya kecil. Agar dapat menikmati hari tuanya tanpa beban berat. Mereka masih punya waktu luang besar dengan keluarga ketimbang usaha. Menurutnya 7 dari 10 orang ketika pensiun ingin buka usaha tanpa ribet tapi aman. Berdasarkan hasil riset, bahwa orang yang sudah pensiun masih ingin tetap bekerja.

Ada beberapa alternatif usaha yang cocok buat para pensiunan, diantaranya rumah kos atau kontrakan; rental motor, mobil, sepeda; toko kelontong; toko alat tulis; property; usaha peternakan; usaha agrobisnis; persewaan; bisnis waralaba (franchise); konsultan; counter pulsa; menulis blog/buku; tempat bimbingan belajar; reseller barang jadi; tempat atau taman bacaan; budidaya ternak (peternakan); budidaya ayam petelur; kolam pemancingan; bisnis online,  agent trevel; digital printing; laundry (baju/sepatu), investasi tanah; jasa pelatihan dan menjalankan bisnis sesuai hobi.

Memulai karir sebagai entrepreneur di usia yang tak lagi muda, bukan kendala bagi seorang Ren Zhengfei, pria asal China yang justru baru memulai bisnis di usia 40 tahun. Pria pensiunan tersebut, berhasil membangun bisnis perdagangan suku cadang elektronik dan telekomunikasi. Dengan bermodalkan Rp 66,5 juta (US $ 5.000 atau 21 yen) ia mulai membangun Huawei. Siapa sangka, 28 tahun kemudian, Huawei menjadi merek smartphone terlaris ketiga di dunia setelah Apple dan Samsung. Ren Zhengfei adalah sosok di balik kesuksesan Huawei sampai saat ini. Semakin besarnya Huawei di sektor telekomunikasi di China, bahkan dunia, ternyata mampu mengantarkannya menjadi orang terkaya nomor 1.28 di dunia dengan total kekayaan US $ 2,2 Miliar atau Rp 29,26 triliun. Bahkan kini tak hanya smartphone, perusahaan Zhengfei juga mengembangkan router dan mendominasi pasar. meski menjadi pendiri dan presiden Huawei, Zhengfei menyerahkan kepemilikan perusahaan kepada karyawannya untuk menjamin kelanjutan dan menarik banyak talenta. Zhengfei pun tetap dikenal sebagai seorang yang sederhana dan tidak menonjolkan kekayaannya (wartaekonomi.com). sekian semoga bermanfaat. aamiin yra. (Artikel ini telah tayang di Tribun Jogja, Jum’at 05.02.2021).

 

Kaprodi Kewirausahaan


Suyatmi, S.E., M.M.