BERITA

BISNIS KELUARGA  


2021-04-26

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 05.03.2020 lebih dari kemarin. Suatu bisnis dikatakan sebagai bisnis keluarga apabila terdiri dari dua atau lebih anggota keluarga yang mengawasi keuangan perusahaan (John L Ward dan Craig E. Aronoff). Anggota keluarga disini bisa suami dan istri, bisa orang tua dan anak, bisa simbah dan anak, atau lainnya. Sementara menurut Robert G. Donnelley, suatu bisnis dikatakan bisnis keluarga apabila paling sedikit ada keterlibatan dua generasi dalam keluarga itu dan mereka mempengaruhi kebijakan perusahaan. Dua generasi bisa orang tua dengan anak, orang tua dengan cucu, atau yang lainnya. Para wirausaha merupakan ujung tombak bagi kemajuan ekonomi sebuah negara. Mereka selain memiliki ide inovatif juga mempunyai kemampuan bagaimana merealisasikan gagasan-gagasannya. Mereka inilah sebenarnya pencetak keajaiban ekonomi. Bisnis keluarga merupakan fenomena tersendiri dalam dunia bisnis. Selain jumlahnya yang sangat banyak, bisnis keluarga juga mempunyai andil yang cukup signifikan bagi pendapatan negara. Berdasarkan laporan dari beritamoneter.com yang dirilis tahun 2016, di Indonesia terdapat lebih dari 95% perusahaan dimiliki oleh keluarga dan mereka mempekerjakan jutaan orang.

Dalam terminologi bisnis, ada dua jenis bisnis keluarga. Pertama adalah Family Owned Enterprise (FOE), dan kedua adalah Family Business Enterprise (FBE). FOE adalah perusahaan yang dimiliki oleh keluarga, tetapi dikelola oleh eksekutif professional yang berasal dari luar lingkaran keluarga. Dalam hal ini keluarga berperan sebagai pemilik dan tidak melibatkan diri dalam operasional di lapangan agar pengelolaan perusahaan berjalan secara professional. Dengan pembagian peran ini, anggota keluarga sebagai pemilik perusahaan dapat mengoptimalkan diri dalam fungsi pengawasan. Jenis ini biasanya merupakan bentuk lanjutan dari usaha yang semula dikelola oleh keluarga pendirinya. FBE adalah perusahaan yang dimiliki dan dikelola pendirinya. Jadi baik kepemilikan maupun pengelolaan dipegang oleh pihak yang sama, yaitu keluarga. Salah satu ciri FBE adalah dipegangnya posisi-posisi kunci oleh keluarga. Di Indonesia, kebanyakan jenis perusahaan keluarga adalah FBE, dimana para anggota keluarga adalah pengelolanya.

Perusahaan keluarga dicirikan terutama dengan kepemilikan dan keterlibatan yang signfikan dari keluarga dalam manajemen. Dengan sendirinya anggota keluarga akan mengantisipasi bahwa kepemimpinan (leadership) dan pengawasan (control) dilakukan oleh keluarga dan akan diturunkan kepada generasi penerus. Pengambilan keputusan dan kebijakan, penyusunan strategi dan kegiatan bisnis sehari-hari dilakukan oleh keluarga. Penekanan ada pada kontrol dan peran aktif. Karakteristik bisnis keluarga antara lain, keterlibatan anggota keluarga. Sejak kecil anak-anak mereka sudah dimagangkan, karena keterlibatannya tinggi, komitmennya terhadap bisnis juga tinggi. Komitmen menjadi lebih tinggi bagi generasi penerus karena kemauan ayahnya atau orang tuanya agar meneruskan bisnisnya. Anggota keluarga sudah belajar sejak kecil. Bisnis selalu menjadi topik pembicaraan dalam setiap pertemuan keluarga. Setiap anggota keluarga yang bekerja dalam perusahaan dapat saling mengandalkan karena adanya rasa saling percaya.

Berdasarkan sebuah riset, saat ini terdapat perubahan cara pandang terdahap suatu bisnis keluarga. Para pengusaha muda percaya, jika model bisnis keluarga akan semakin menurun karena semakin banyak kalangan professional dari luar keluarga yang dapat dipercaya untuk mengelola bisnisnya. Setengah dari mereka bahkan memilih menjual bisnis yang mereka rintis, dibandingkan meneruskan bisnis tersebut kepada generasi selanjutnya. Mereka cenderung membangun bisnis dengan cepat, menjualnya dan kemudian mengambil pensiun dini. Bagaimana dengan Anda? Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jum’at 05.03.2020).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, S.E., M.M.