BERITA

PERUBAHAN PASAR DAN PERSAINGAN


2021-04-26

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 19.03.2021 lebih baik dari kemarin. Artikel kali ini tentang perubahan pasar dan persaingan serta perusahaan keluarga (family business). Apa sih perbedaan antara keluarga dengan bisnis? Keluarga merupakan sistem yang lebih bersifat emosional, sangat menjunjung tinggi dan memelihara loyalitas. Keluarga cenderung bersifat konservatif, meminimalisir perubahan untuk menjaga agar tetap utuh (inward looking). Sementara, bisnis lebih berorientasi pekerjaan dan pasar serta mengambil peluang setiap perubahan sekecil apapun (outward looking). 

Pembaca Tribun yang berbahagia, 50 (lima puluh) tahun yang lalu, pasar mengalami perubahan setiap 30 (tiga puluh) tahun sekali. 25 (dua puluh lima) tahun yang lalu, perubahan pasar terjadi setiap 7-8 tahun. 10 (sepuluh) tahun yang lalu, perubahan terjadi setiap 18 (delapan belas) bulan. Di masa mendatang, bisnis ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, turbulensi luar biasa dan adanya persaingan yang luar biasa (hyper-competition).

Dengan adanya perubahan pasar yang sangat cepat, menuntut perusahaan keluarga menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada beberapa paradigma baru dalam perusahaan keluarga, diantaranya 1) karyawan merupakan generasi baru, artinya mereka mempunyai pandangan yang berbeda dengan pendiri. Karyawan tingkat atas mengharapkan adanya transparansi dan pemberdayaan. Karyawan tingkat bawah mempunyai keberanian untuk melakukan tuntutan. 2) meningkatnya isu-isu yang berkaitan dengan perburuhan, pemogokan, dll. 3) tingkat profesionalisme keluarga sudah mulai meningkat. 4) tuntutan adanya kompensasi yang adil dan sama. 5) lebih transparan sistem remunerasi (bonus), sumber daya manusia (SDM) dan organisasi.

Dalam situasi yang serba tidak menentu, tentunya perusahaan keluarga memiliki keinginan dan harapan-harapan, meliputi adanya peningkatan kesejahteraan karena salah satu motivasi perusahaan keluarga adalah untuk kesejahteraan diri sendiri, anak dan cucunya. Perusahaannya senantiasa tumbuh, yang ditandai dengan peningkatan profit dan dampak bagi masyarakat. Perusahaan keluarga menginginkan adanya investasi jangka panjang, berupa tanah, gedung, bangunan bahkan saham di pasar modal. Selain itu perusahaan keluarga juga menginginkan adanya reputasi dan citra prositif dalam komunitasnya. Citra positif akan berdampak pada akuisisi dan loyalitas pasar bahkan pesan berantai dari mulut ke mulut sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Dapat menyesuaikan dengan perubahan, sehingga dibutuhkan kompetensi tim, kepemimpinan yang visioner, dan manajemen yang professional agar perusahaan makin maju dan mampu menghadapi tantangan hyper competition dan turbulensi tentunya. Keinginan dan harapan perusahan keluarga berikutnya adalah adanya pelestarian harmoni, dimana dibutuhkan kemampuan organisasi yang bagus, modal yang cukup, layanan terbaik dan infrastruktur yang memadai.

Pada saat perusahaan keluarga menghadapi dinamika pasar dan persaingan makin ketat, perusahan dituntut lebih kreatif inovatif, proses perencanaan strategis menjadi penting. Perencanaan mendorong komitmen anggota keluarga membantu menilai tingkat investasi dan menjamin kas perusahaan. Proses perencanaan akan meningkatkan pengetahuan bisnis bagi keluarga dan perusahaan serta menjadi sarana pelatihan yang penting bagi anak-anak pemilik perusahaan sebagai pemimpin masa depan. Keengganan pemilik perusahaan keluarga, dengan sistem tertutup, membuat perencanaan strategis mengharuskan membuka data-data rahasia serta mengungkap praktek manajemen yang kurang baik dan juga masalah-masalah keluarga. Untuk menyelaraskan kepentingan keluarga dan kepentingan bisnnis, dapat dilakukan melalui proses pemaduan, penyelarasan antara keinginan keluarga dan tuntutan persyaratan bisnis, agar tujuan perusahaan lancar. Kuncinya adalah menggandengkan nilai-nilai perusahaan dengan nilai-nilai keluarga. Demikian semoga bermanfaat… aamiin yra. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jum’at 19.03.2021).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, S.E., M.M.