BERITA

CARA MENGHADAPI KONFIK


2021-04-26

CARA MENGHADAPI KONFIK

 

Bismillaahirrohmaanirroohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jumat 2021.03.26 lebih baik dari kemarin. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata konflik berarti percekcokan, perselisihan, pertentangan. Konflik dalam suatu organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Dalam batas-batas tertentu, konflik tidak selamanya merugikan justru sangat bermanfaat bagi penciptaan perilaku yang efektif. Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Clay Carr and Marry Fletcher, dalam buku Business and Personal Development, empat jenis karakteristik orang-orang yang berpotensi membawa konflik kepada kita, yaitu tipe hiu, gajah, serigala dan tikus. Karakteristik ini menggunakan kata hewan, karena ciri-cirinya menyerupai masing-masing hewan tersebut.

Tipe hiu - suka mencari perhatian orang lain (caper). Ketika ada masalah biasanya suka menarik perhatian orang lain, dan kadang membuat masalah sepele menjadi besar. Tipe gajah - masalah yang ditimbulkan biasanya besar dan merusak suatu pekerjaan yang penting, senang mempermalukan orang lain di hadapan bos. Tipe serigala - senang mengintai dan mengawasi gerak-gerik kita secara teliti seperti serigala yang sedang mengintai mangsanya. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau mempersoalkan masalah-masalah kecil secara terpisah, tapi lebih senang mengumpulkan masalah-masalah kecil itu dan menunggu. Ketika suatu saat kita melakukan kesalahan, yang mereka rasa dapat menjatuhkan kita, mereka akan mengeluarkan akumulasi masalah-masalah kecil sehingga kesalahan kita terlihat lebih banyak. Tipe tikus - senang melakukan gangguan-gangguan kecil. Kadang suka meracuni pikiran orang-orang baru. Ada lima metode untuk menangani konflik, menurut Richard Daft dan Tonny Simmonds, yaitu menghindar, berkompetisi, akomodasi, kolaborasi dan kompromi.

Pertama, menghindar (saya kalah, anda kalah) atau avoiding (I lose, you lose). Merupakan metode paling buruk diantara metode yang lain. Dengan memilih metode ini, seseorang akan senang menghindari masalah yang ada, dan sengaja melupakannya. Jadi sama-sama merugi, karena tidak ada yang mau mengalah.

Kedua, kompetisi (saya menang, anda kalah) atau competing (I win, you lose). Metode ini adalah cara menghadapi konflik yang kurang baik. Yaitu metode penyelesaian masalah dengan berusaha dirinya tidak mengalami kerugian, tapi orang lain yang rugi.  Biasanya bila kita memilih cara ini, akan dinilai orang egois karena hanya mementingkan dirinya sendiri.

Ketiga, akomodatif (saya kalah, anda menang) atau accommodating (I lose, you win). Metode ini merupakan kebalikan dari metode kompetisi. Yaitu metode penyelesaian masalah dengan mengorbankan dirinya sendiri dan berusaha orang lain tidak mengalami kerugian. Di mata orang lain, kita dianggap orang baik. Tapi beban yang ditanggung terlalu banyak, sehingga membuat kita terhambat. Metode ini juga merupakan cara penyelesaian masalah yang kurang baik.

Keempat, kolaborasi (saya menang, anda menang) atau collaborating (I win, you win). Merupakan metode yang paling baik diantara ke-4 metode lainnya. Yaitu metode penyelesaian masalah dimana kita berfikir agar kita dan orang lain tidak mengalami kerugian yang berarti. Kendala yang dihadapi adalah tingkat kesulitan penerapan di lapangan.

Kelima, kompromi (saya menang sebagian, anda menang sebagian) atau compromising (I win some, you win some).  Merupakan metode paling baik diantara ke-5 metode. Yaitu metode penyelesaian masalah dimana kedua belah pihak mengalami konsekuensi atau kerugian yang sama besarnya. Walaupun masih ada pihak yang dirugikan, kerugian yang diderita cenderung kecil dan rata. Tingkat kesulitan untuk menemukan penyelesaian masalah di lapangan lebih rendah dibandingkan metode kolaborasi. Demikian semoga bermanfaat. Aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jumat 2021.03.26).

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, S.E., M.M.