BERITA

5 STRATEGI MENINGKATKAN OMSET  


2021-04-26

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 2021-04-09 lebih baik dari kemarin. Omset merupakan perkalian antara jumlah  produk terjual dengan harga. Omset diperoleh dari  calon pelanggan x tingkat konversi = jumlah pelanggan x jumlah transaksi x rata-rata penjualan = omset x margin = profit. Calon pelanggan (jumlah pelanggan potensial yang menghubungi atau kontak dengan bisnis kita). Konversi (jumlah prosentasi yang membeli dibanding yang tidak membeli). Jumlah pelanggan (jumlah yang membeli). Jumah transaksi (jumlah berapa kali pelanggan datang membeli). Rata-rata penjualan (rata-rata pembelian dalam satu kali transaksi). Omset (pendapatan kotor). Margin (% keuntungan bisnis). Profit (keuntungan bersih). Omset seperti nasib, bisa diubah menjadi lebih baik. Pahami masalahnya, perbaiki strateginya.

1) Strategi meningkatkan calon pelanggan. Liputan media. Sponsor event. Voucher diskon. Ikut daftar tender. Buat petunjuk arah jalan. Ubah desain toko. Telemarketing. Bikin lomba. Buka reseller/agen. Rekrut salesman. Buat sistem rujukan. Buka lebih lama. Diskon musiman. Pindah lokasi. Jual waralaba. Jual dengan sistem MLM. Ikut pameran bisnis. Ikut di event lain. Menulis buku. Ikut seminar. Tuan rumah acara. Aliansi penjualan. Silaturahmi ke event. Internet (FB, IG, twitter, website/blog, video youtube, email marketing). Iklan (mobil/bentor, koran, majalah, radio, TV, poster, stiker, brosur, katalog, baliho).

2) Strategi meningkatkan konversi. Tetapkan target yang tepat. Tonjolkan diferensiasi. Jaminan tertulis/garansi. Perlihatkan testimoni. Tambah variasi produk. Perjelas manfaat. Pajang penghargaan. Informasikan sertifikat. Kemasan yang menarik. Berikan diskon special. Mudahkan pembayaran. Buat skrip penjualan. Punya layanan antar. Layanan inden. Iklan ketika menunggu. Tukar tambah barang. Harga khusus partai besar. Buatlah produk langka. Batasi waktu pembelian. Demontrasi produk. Desain tempat duduk. Terima pembayaran kredit. Cetak ulang liputan media. Perbaiki tampilan karyawan. Buat standar pelayanan. Testing produk. Tekankan nilai bukan harga. Bangun hubungan personal. Gunakan teknik negosiasi. Followup berkali-kali. Sediakan makanan minuman. Latih tim penjualan. Insentif pada pembeli pertama. Berikan insentif tim.

3) Strategi meningkatkan jumlah transaksi. Kontrak layanan. Hubungan berkala. Selalu penuhi janji penjualan. Berikan service tambahan. Informasikan semua produk. Tambah variasi produk. Peningkatan kualitas produk. Diskon musiman. Rencana pembelian mendatang. Buat sistem reward. Berikan souvenir. Penawaran untuk pembelian berikutnya. Sistem pengingat. Tukar tambah barang. Infokan fungsi produk. Acara untuk pelanggan lama. Penjualan eksklusif. Upgrade gratis. Promosi bersama brand lain.

4) Strategi meningkatkan rata-rata penjualan. Upselling dan downselling. Penjualan silang. Tawarkan produk pendukung. Perboleh cicilan. Buat point of sales. Produk yang menggoda dekat kasir. Buat paket produk. Hadiah untuk pembelian minimum. Fokus pada pelanggan kelas atas. Beli 2 dapat 3. Berikan daftar belanja. Tetapkan minimum pemesanan.

5) Strategi meningkatkan margin. Fokus ke produk dengan margin tinggi. Potong rantai distribusi. Review ulang kemasan. Gabung distribusi dengan perusahaan lain. Jual merek sendiri. Tim penjualan berbasis komisi. Review waktu operasional. Jual sisa bahan/limbah produksi. Kurangi beban operasional. Daur ulang. Hapus produk yang kurang laku. Jual produk orang dengan konsinyasi. Stok barang harus berimbang. Stok barang yang cepat terjual. Cari pemasok dengan harga lebih murah. Beli bahan baku dalam jumlah besar. Produksi sendiri semua produk. Informasikan waktu kosong. Sewakan ruangan tidak terpakai. Kurangi waktu cicilan. Investasi pada teknologi. Jual stok lama dengan murah. Outsorce jika lebih murah. Demikian semoga bermanfaat, aamiin yra. (Artikel ini telah tayang di Tribun, Jum’at 2021-04-09).

 

Kaprodi Kewirausahaan


Suyatmi, S.E., M.M.