BERITA

The Right Man In The Right Place, At The Right Time


2021-04-26

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalamua’alaikum wr.wb.

The Right Man in The Right Place” istilah ini jamak digunakan dalam sebuah organisasi, utamanya digunakan dalam proses rekrutmen dan seleksi sumber daya manusia (SDM) atau karyawan dalam organisasi. Saya sering mengumpamakan bahwa organisasi itu ibarat tubuh kita sendiri, jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka akan memiliki dampak ke pergerakan anggota tubuh yang lainnya. Seperti ketika kaki tanpa sengaja menginjak duri dan berdarah, maka jalan akan menjadi terpincang-pincang. Hal seperti ini juga dialami dalam mengelola sebuah organisais, ketika ada salah satu anggota atau divisi organisasi yang “sakit” atau memiliki kinerja tidak sesuai yang telah direncanakan, maka akan memiliki dampak ke divisi yang lainnya. Misal, sebuah tim divisi pemasaran tidak bisa mencapai target yang direncanakan, tentu akan berdampak ke divisi lainnya, dampak paling dekat yaitu pada divisi keuangan.

Pada era pandemi yang sedang kita alami, banyak UMKM yang terdampak seperti;  omset menurun, pengetatan anggaran, pengurangan atau pengalihan tenaga kerja, dan paling buruk yaitu ditutupnya usaha yang sedang dijalankan. Tenaga kerja/karyawan/SDM merupakan point penting dalam kinerja sebuah organisasi terutama bagaimana SDM tersebut beradaptasi terhadap kondisi perusahaan atau organisasi. Contoh adaptasi yang diperlukan saat ini yaitu organsisai/perusahaan menghadapi perubahan tekhnologi, seperti penggunaan whatsapp, instagram, facebook dan aplikasi lainnya untuk meningkatkan kinerja.

Rekruitmen dan seleksi merupakan tahap awal organsisasi dalam menentukan karyawan pada sebuah jabatan, harapannya karyawan yang dipilih bisa memaksimalkan potensinya pada jabatan tersebut. Rekrutmen dan seleksi dilakukan setelah organisasi melakukan analisis jabatan serta perencanaan SDM yang dilakukan, proses ini bisa diakukan melalui jalur internal dan eksternal. Ada 2 pendekatan yang biasa digunakan untuk proses rekrutmen dan seleksi yaitu kualifiasi dan kompetensi. Manser (1995), kata kualifikasi berasal dari bahasa inggris yaitu qualification yang artinya test, diploma, training, dan lain – lain. Menurut Lyle Spencer dan Signe Spencer, kompetensi merupakan karakter dasar individu yang memiliki keterkaitan pada efektivitas kinerja pada pekerjaannya, atau karakter dasar yang memiliki keterkaitan kausal atau sebagai sebab akibat pada ketentuan yang menjadi acuan, efektif/hasil kerja maksimal/unggul ditempat kerja pada suatu kondisi (Spencer & Spencer, 2008). Lima kategori kompetensi menurut Michael Zwell yaitu, relationship, personal attribute, task achievement, managerial dan leadership (Zwell, 2000).

Selain orang dan tempat (jabatan) ada hal lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam merekrut karyawan, yaitu waktu. Pada akhirnya waktulah yang akan menentukan apakah karyawan tersebut cocok atau tidak dengan visi, misi, tujuan dan budaya organisasi atau perusahaan. Meskipun banyak karyawan yang secara kualifikasi dan kompetensi sudah memenuhi standar. Ujian terbesar antara pimpinan dan karyawan, yaitu ketika pimpinan mengambil sebuah keputusan. Disinilah ujian sebenarnya dimulai, pimpinan maupun karyawan harus memiliki dua/bahkan lebih sudut pandang. Sebaik dan sebijak apapun yang dilakukan oleh pimpinan tidak semua bawahannya cocok dengan apa yang dilakukannya. Ketidaknyaman terhadap hasil keputusan adalah hal yang wajar, hanya masalah waktulah yang akan menentukan dalam proses adaptasi terhadap keputusan tersebut. Jika berhasil melewati tahapan tersebut maka akan menjadi “The Right Man In The Right Place At The Right Time”. (Artikel ini telah tayang di KR, Senin 26-04-2021).

Dosen Prodi S-1 Kewirausahaan

Yusuf Amri Amrullah, S.E., M.M.