BERITA

5 RAHASIA MENDAPATKAN INVESTOR


28 Oct 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jumat 04.10.19 lebih baik dari kemarin. Artikel ini terinspirasi ketika saya mengikuti ITB CEO NET dan Technopreneurship 2019 hari Selasa kemarin. Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, industri dan masyarakat atau komunitas. Salah satu acaranya, diskusi panel tentang Business Inspiring on IP Based Industry. Dengan pemateri dari praktisi HKI (Hak Kekayaan Intelektual), venture capital (investor), Industri dan startup. Mas Andreas (investor) selaku pembicara dari venture capital, memaparkan 5 hal yang menjadi bahan pertimbangan ketika akan menentukan startup mana yang akan diberi modal.  Yaitu pasar, bisnis model, produk yang berkualitas, founding members (tim), dan traksi (traction).

Pasar disini yang dimaksud adalah calon pembeli atau target pasar. Semakin luas target pasar semakin menarik bagi para investor. Misalnya startup kita memiliki target pasar para mahasiswa yang ada di daerah Yogyakarta. Berdasarkan data, jumlah mahasiswa yang ada di Yogyakarta sebanyak 185.000. Itulah ukuran pasar dari usaha kita. Mengapa pasar yang menjadi urutan nomor satu dalam menentukan kriteria? Karena pasar yang akan memberikan dampak terhadap omset usaha kita. Sebaik apapun produk kita, apabila tidak ada yang mau membeli, maka gak bakalan mendapatkan uang. Pasar yang kita layani dapat individu atau perseorangan maupun instansi atau komunitas.

Bisnis model menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah bisnis menciptakan, memberi dan menangkap nilai-nilai, baik itu ekonomi, sosial ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Ada sekitar 55 model bisnis yang kami ajarkan ke mahasiswa jurusan Kewirausahaan Universitas Amikom Yogyakarta. Salahnya yaitu model bisnis kail dan umpan. Yakni menawarkan produk dasar di level yang lebih rendah, seringnya dalam harga rugi (umpan), lalu mengenakan biaya untuk produksi isi ulangnya, atau produk-produk dan layanan lain yang terkait (kail).  Contohnya ada perusahaan yang menyewakan printer gratis (umpan), tapi tinta isi ulang harus beli ke perusahaan yang menyewakan printer tadi (kail).

Produk merupakan barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Suatu produk dikatakan berkualitas apabila produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih, yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.

Founding members menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum memberikan modal usaha kepada perusahaan pemula (startup). Tim yang bagus, apabila dalam satu tim  terdiri dari berbagai bidang ilmu. Misalkan ketua timnya dari jurusan kewirausahaan, programernya dari fakultas ilmu komputer, dan bagian marketing dari jurusan ilmu komunikasi serta yang mengurusi keuangan dari jurusan akuntansi.

Traksi merupakan kemampuan suatu bisnis model untuk memonetisasi value dari penggunanya. Bentuknya bisa user, partner atau apa saja, selama bisa dimonetisasi (dikomersilkan). Contohnya gojek memonetisasi user melalui layanan go-ride dan go food. Gojek juga terus mengembangkan model bisnis agar bisa memonetisasi semaksimal mungkin traksi yang dimilikinya. Berbeda dengan revenue, merupakan pemasukan yang didapat sebuah perusahaan dari aktivitas bisnis. Salah satu fungsi traksi adalah untuk mengukur pertumbuhan suatu startup. Karena startup mengejar traksi, maka penting untuk akuisisi pengguna. Kalau pengguna sudah diakuisisi, marketnya sudah matang, dan traksinya banyak, waktunya startup panen besar dari sana-sini. Demikian 5 rahasia bagi startup dalam mendapatkan investor, berdasarkan pengakuan seorang investor yang sudah berpengalaman. Semoga bermanfaat. Aamiin YRA. (Artikel ini telah tayang di Tribun Jogja pada hari jumat, 04.10.19)

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, SE., MM.