BERITA

COWORKING SPACE


10 Apr 2019

Bismillahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 05.04.2019 lebih baik dari kemarin. Seiring dengan kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi, berkembang pula startup (perusahaan rintisan berbasis teknologi) khususnya di Indonesia. Berdasarkan situs startup rangking per 21 Maret 2019 yang dimuat katadata.com menyebutkan bahwa jumlah startup Indonesia mencapai 2.074. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia diposisi kelima sebagai negara dengan startup terbanyak dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada. Disisi lain MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi) mencatat jumlah startup Indonesia tahun 2018 mencapai 922, dengan rincian Jabodetabek (552), Sumatra (115), Jatim (113), Yogyakarta (54), Jabar (44), Sulawesi (34), Bali dan NTB (32), Jateng (30), Kalimantan (24) dan domisili tidak diketahui (24).

Di Universitas Amikom Yogyakarta sendiri, hampir setiap saat tumbuh startup baru. Dua startup baru yang  kami bimbing berhasil  mendapat hibah modal bisnis masing-masing lebih dari 217 juta rupiah dari RISTEKDIKTI melalui Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yaitu “Keyboard Kaki” dan “LJKCeker”. Disusul dengan startup untuk mensolusi masalah sampah “MATRAS” yang baru-baru ini menjadi juara nasional. Serta ada yang sudah berjalan dan menghasilkan omset lebih dari 2 Milyar per tahun.  Yang saya sebut terakhir adalah startup dari mahasiswa jurusan kewirausahaan program sarjana. Startup berikutnya yang sedang proses berdiri yaitu aplikasi marketplace untuk mempertemukan pada startup dengan pemilik coworking serta startup untuk mempertemukan para desainer dengan perusahaan atau individu yang membutuhkan jasa desain.

Para pelaku startup biasanya anak muda yang kreatif, dinamis, kadang ada yang tidak menetap di suatu kota saja, belum punya banyak tim serta belum mempunyai ruang kerja sendiri dan permanen. Mereka menginginkan ruang kerja yang modern, dengan desain yang menarik, unik, kekinian, sangat cozy dan ditunjang dengan suasana yang dapat membangkitkan spirit bisnis. Harapannya agar dapat lebih santai dalam bekerja, nyaman dan berinteraksi dengan yang lainnya, bersemangat dan selalu produktif dalam bekerja.

Hal itu menjadi peluang bisnis tersendiri bagi masyarakat yang memiliki tanah atau rumah atau gedung yang belum dioptimalkan manfaatnya, dengan menyediakan coworking space. Apa itu coworking space? Coworking space berasal dari kata coworking, didefiniskan sebagai kerjasama atau berkolaborasi. Coworking space berarti tempat untuk bekerja dengan cara kerjasama atau berkolaborasi antar individu dengan latar belakang pekerjaan atau perusahaan yang berbeda. Dengan coworking space diharapkan antar individu dapat saling bertukar ide, pikiran, maupun solusi dalam rangka mengembangkan dan memajukan bisnis masing-masing. Bedannya dengan penyewaan kantor atau gedung biasa, pengelola coworking space menawarkan sesuatu yang akan memanjakan para pekerja serta memungkinkan tiap unit usaha dapat berkolaborasi secara positif.

            Selain startup, yang biasa menggunakan coworking space  para professional muda dan  freelancer.  Mengapa mereka  memilih bekerja di coworking space ? Ada beberapa alasan, diantaranya : 1) lebih mengasyikkan daripada bila bekerja di café yang kadang terkendala dengan fasilitas seperti speed wifi yang kurang dan tidak adanya peluang untuk membangun relasi atau networking. 2) harga sewa ruangan yang ditawarkan lebih murah daripada bekerja di gedung perkantoran. 3) disediakan paket harga yang variatif (harian, mingguan, bulanan atau tahuan). 4) mayoritas harga per hari Rp 50.000 dan ada harga special untuk member. Demikian semoga bermanfaat. Amin YRA.

Sumber, Tribun Jogja 05-04-2019

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi,SE., MM.