BERITA

CROSS SELLING  


08 Aug 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 02.08.2019 lebih baik dari kemarin. Cross selling atau sistem penjualan silang adalah bentuk penawaran barang/jasa tambahan di luar barang/jasa standar sebuah perusahaan untuk memanfaatkan hubungan dengan pelanggan yang ada, demi meningkatkan penjualan.

Ketika kita sedang membeli bensin di SPBU/pom bensin, disitu kita dapat membeli produk tambahan berupa makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya. Model itu sebelumnya telah sukses diterapkan oleh perusahaan raksasa bisnis migas Royal Dutch Shell (Shell) dengan menggunakan jaringan SPBU-nya untuk menjual aneka produk yang tidak banyak berhubungan dengan bisnis minyak, seperti produk eceran sehari-hari. Ide ini muncul ketika KFC membuka gerai restoran KFC di SPBU milik Shell. Tidak lama kemudian, para pelanggan tidak hanya mengisi bahan bakar mobil mereka, tetapi juga mengisi perut mereka. Shell menerapkan konsep penjualan silang ini di beberapa bidang usahanya.

Contoh lain di bidang jasa, yang dilakukan oleh Universitas Amikom Yogyakarta. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, yang notabene berbasis IT, maka Amikom menawarkan produk tambahan dengan menjual Komputer beserta dengan kelengkapannya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Amikom (BUMA). Tidak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang ingin memiliki sertifikasi kompetensi IT, Amikom juga memiliki jasa tambahan dengan menyediakan jasa pelatihan CisCo, dll yang ditangani oleh BUMA yang kita kenal dengan PT.Gits Solution. Produk tambahan lain yang ada di Amikom berupa film animasi yang telah laku laris manis di pasar Internasional. Ya… film animasi BOS (Battle of Surabaya) itulah produknya. Tak heran, saat ini Amikom menjadi destinasi wisata animasi di Indonesia. Wisatawan yang berkunjung ke Amikom sebagian besar siswa-siswa SMA/SMK, perguruan tinggi, maupun instansi lainnya. Ada juga siswa yang berkunjung sekalian nonton film BOS di gedung Bioskop/sinema yang berlokasi di unit 6 lantai 4 Kampus Universitas Amikom Yogyakarta.

Penjualan silang sering digunakan bersama dengan pola penyedia solusi. Misalnya usaha kita adalah jasa software house atau jasa pembuatan software/website/mobile app. Kita dapat menjual produk tambahan berupa penjualan hardware komputer beserta dengan jasa maintenance-nya. Model ini sangat popular dilakukan oleh mahasiswa wirausaha universitas Amikom Yogyakarta. pelanggan mereka kebanyakan instansi-instansi maupun UMKM.

Penjualan silang membuka peluang untuk meningkatkan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki seperti penjualan dan pemasaran. Selain bermanfaat bagi perusahaan, penjualan silang juga bermanfaat bagi pelanggan. Diantaranya adalah memberikan nilai tambah dari satu sumber, sehingga menghemat biaya pencarian produk tambahan. Manfaat lainnya berupa rasa aman. Pelanggan yang telah memiliki hubungan baik dengan perusahaan tidak akan merasa mengambil resiko jika mereka mempercayai perusahaan itu lagi, dan ini tidak dimiliki oleh perusahaan baru.

Sistem penjualan silang sudah digunakan oleh para pedagang bazar di zaman Timur Tengah kuno. Agar sistem penjualan silang berhasil diterapkan, buat pelangan puas memakai produk kita. Sehingga memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang pada portofolio produk kita. Pola ini memiliki potensi yang sangat besar, jika barang/jasa yang sederhana, bermargin rendah, dan menjadi kebutuhan dasar dapat digabungkan dengan produk lain yang bermargin tinggi. Pertanyaanya, bisakah produk kita digabungkan agar pelanggan mendapatkan manfaatnya? Demikian semoga bermanfaat. Amin YRA. (Sumber : Tribun Jogja 02 - 08 - 2019)

 

Kaprodi Kewirausahaan

Suyatmi, SE., MM