BERITA

JAMU “JAMINAN MUTU”


28 Jun 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at
21.06.2019 lebih baik dari kemarin. Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas telah
selesainya kegiatan visitasi akreditasi Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi
dan Sosial (FES) Universitas Amikom Yogyakarta. Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta
merupakan Prodi baru di bawah FES yang lahir mengikuti perubahan bentuk institusi dari STMIK
Amikom Yogyakarta menjadi Universitas Amikom Yogyakarta per tanggal 20 Januari 2017.
Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian program
studi yang dilakukan oleh pihak luar dalam hal ini Badan Akreditasi Nasional (BAN) Republik
Indonesia. Akreditasi merupakan upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu
Prodi sehingga kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BAN merupakan lembaga
yang memiliki kewenangan untuk menilai dan mengevaluasi serta menetapkan status dan
peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang ditetapkan.
Ada 7 (tujuh) kriteria penilaian yang kemarin dipakai oleh tim penilai (asesor) BAN
Perguruan Tinggi, meliputi standar 1 (Visi Misi Tujuan dan Sasaran), standar 2 (tata kelola),
standar 3 (kemahasiswaan dan alumni), standar 4 (Sumber Daya Manusia (SDM)), standar 5
(pembiayaan), standar 6 (sarana dan prasarana) serta standar 7 (penelitian, pengabdian
masyarakat dan kerjasama).
Visi misi tujuan dan sasaran Prodi Kewirausahaan sudah selaras dengan visi misi tujuan
dan sasaran fakultas maupun universitas. Menjadi Program Studi Kewirausahaan unggulan
dunia dalam bidang ekonomi kreatif yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi serta
menebar kebaikan tahun 2030 itulah visi dari Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta. Prodi
Kewirausahaan unggulan dunia itu merupakan suatu kondisi dimana Prodi Kewirausahaan
Amikom akan meraih point bintang lima (5 stars) pada semua kriteria penilaian QS Stars. QS
Stars merupakan sistem penilaian yang mengevaluasi performa perguruan tinggi tingkat
internasional berdasarkan semua kriteria meliputi penelitian, pengajaran, tingkat lulusan yang
bekerja, fasilitas, internasionalisasi, inovasi dan kerjasama serta budaya berprestasi.
Ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang tidak hanya membuat dan menjual
produk, tapi lebih dari itu yaitu membuat dan menjual nilai tambah (value). Menurut UNCTAD
(Unites Nation Conference Trade And Development) ekonomi kreatif dikategorikan menjadi 4
(empat) kategori meliputi heritage, art, media, dan functional creation. Sementara menurut
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, ekonomi kreatif meliputi 16 subsektor yaitu
kuliner, fashion, aplikasi dan pengembang permainan, arsitektur, desain interior, desain
komunikasi visual, desain produk, film animasi dan video, fotografi, kriya, musik, penerbitan,
periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, radio dan TV.
Visi tersebut diimplementasikan ke dalam mata kuliah, diantaranya mata kuliah
Pengantar Ekonomi Kreatif, Mata Kuliah Online Bisnis 1 (Art Economy), Mata Kuliah Online
Bisnis 2 (Media Economy), Online Bisnis 3 (New Media Economy), Online Bisnis 4 (Hak Kekayaan
Intelektual (HKI)). Untuk menjamin lulusan sukses berwirausaha, maka di Prodi Kewirausahaan
ditawarkan Mata kuliah Kewirausahaan 1 (Ide Bisnis), Kewirausahaan 2 (Rencana Bisnis),
Kewirausahaan 3 (Start-up), Kewirausahaan 4 (Pengembangan Usaha), dan Kewirausahaan 5
(Global). Ada yang berbeda pada saat visitasi akreditasi kemarin, dimana pada saat itu juga

dipamerkan produk-produk perwakilan mahasiswa yang sudah laku laris manis di pasar. Dengan
status terakreditasi, maka Prodi Kewirausahaan Amikom Yogyakarta telah memiliki Jamu
(Jaminan Mutu). Demikian semoga bermanfaat, amin YRA.

(Sumber : Tribun jogja, 21-6-2019)

 

Kaprodi Kewirausahaan 


Suyatmi, SE., MM.