BERITA

KATSINOV  


17 Sep 2019

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 13.09.19 lebih baik dari kemarin. David Mc Clalen mengatakan bahwa suatu negara dikatakan sejahtera apabila minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Jumlah pengusaha di Indonesia sudah lebih dari 2%, tetapi masih harus berjuang keras karena bila dibandingkan dengan negara tetangga mereka diatas Indonesia. Melihat kondisi tersebut, keputusan 100 (seratus) anak milenial memilih kuliah di Prodi Kewirausahaan universitas Amikom Yogyakarta sudah tepat. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada Ibu Bapak yang telah mempercayakan kami menjadi mitra dalam mendidik putra-putrinya menjadi pengusaha sukses. Menurut Carol Noore proses kewirausahaan diawal dengan adanya inovasi.

Alhamdulillah, hari Kamis tanggal 12 September 2019 kami berkesempatan mengikuti sosialisasi PERMENRISTEKDIKTI Nomor 29 tahun 2019 tentang Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov) Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidian Tinggi di kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY. Dalam peraturan menteri tersebut yang dimaksud dengan inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Tingkat kesiapan inovasi (Innovation Readiness Level) yang selanjutnya disebut sebagai Katsinov adalah metode untuk estimasi kesiapan inovasi dari suatu program inovasi di perusahaan, lembaga penelitian dan pengembangan, serta perguruan tinggi yang ditinjau dari aspek teknologi, pasar, organisasi, kemitraan, resiko, manufaktur, dan investasi.

Mengapa kita butuh katsinov? Karena banyak hasil inovasi gagal masuk pasar maupun gagal bersaing di pasar. Tingkat keberhasilan hasil inovasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi tetapi ditentukan oleh non-teknologi (strategi pemasaran, manufaktur, manajemen dan investasi). Kebanyakan inovasi masih cenderung technology push, dan lemah dalam wawawan pasar. Kebanyakan inovasi tidak jelas pasar yang dituju, serta tidak memahami kebutuhan pasarnya. Produk baru yang dilepas ke pasar tidak memiliki keunggulan konsumen, dan juga gagal membedakan diri secara signifikan dengan produk kompetitor. Katsinov disusun dalam 6 (enam) tingkat dan 7 (tujuh) aspek kunci yang masing-masing memiliki indikator capaian. 6 (enam) tingkat Katsinov meliputi Katsinov 1 Konsep (22 indikator), Katsnov 2 Komponen (21 indikator), Katsinov 3 Penyelesaian (21 indikator), Katsinov 4 Chasm (tes pasar) (22 indikator), Katsinov 5 Kompetisi (24 indikator) dan Katsinov 6 Change over atau (Close-down) memiliki 14 indikator). Sementara 7 (tujuh) aspek kunci meliputi teknologi, pasar, organisasi, kemitraan, risiko, manufaktur dan investasi.

Di universitas Amikom sendiri memiliki lebih dari 170 karya inovasi yang telah mendapat penghargaan tingkat dunia dan lebih dari 50 tingkat nasional. Hampir semua karya inovasi tersebut telah mencapai pada tahap kastinov 5 kompetisi. Artinya bahwa karya inovasi tersebut telah berada pada fase kematangan pasar, yaitu telah mencapai keseimbangan pasar dengan inovasi. Salah satu contoh karya inovasi yang dapat masyarakat Jogja rasakan manfaatnya adalah homestayjogja.co.id, merupakan platform penyedia homestay di Jogja dibawah naungan W House. Berdiri sejak tahun 2013 dan telah mengelola lebih dari 180 homestay tersebar diseluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Apabila Ibu Bapak punya rumah yang belum dimaksimalkah, dapat dikerjasamakan. Caranya dengan menghubungi kontak yang ada di website tersebut. Demikian semoga bermanfaat. Aamiin YRA. (Sumber : Tribun Jogja, 13-09-2019)

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, SE.,MM.