BERITA

KEWIRAUSAHAAN DIGITAL


23 May 2019

 

KEWIRAUSAHAAN DIGITAL

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jumat 17-05-2019 lebih baik dari kemarin. Di dalam buku berjudul “Strategi Kewirausahaan Digital sebuah Panduan untuk UMKM, Startup dan e-commerce” yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan internet terbesar di dunia, yaitu sebesar 51% dalam kurun satu tahun terakhir. Angka ini jauh dari rata-rata pertumbuhan internet global yang hanya sebesar 10%. Indonesia juga berada dalam 12 besar negara di dunia dengan penetrasi penggunaan telepon pintar terbesar di dunia. Angka ini menunjukkan potensi yang besar jika pelaku bisnis dapat memulai go digital. Masyarakat di era digital pada umumnya cenderung menginginkan inovasi dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Hadirnya platform jual beli online, media sosial, dan transaksi pembayaran secara elektronik pilihan yang efisien bagi masyarakat.

Pertumbuhan e-commerce juga meningkat pada tahun 2017 seiring dengan penetrasi internet yang semakin tinggi. Pengguna internet di Indonesia per Januari 2017 mencapai 132,7 juta orang, dan 97,4%-nya mengakses internet untuk membuka media sosial. Selain platform jual beli online atau situs-situs e-commerce, jejaring media sosial ini dimanfaatkan pula oleh pelaku bisnis dan masyarakat untuk melakukan jual beli barang. Dengan koneksi internet yang semakin mudah didapatkan, komunikasi real-time menggunakan media sosial juga akan memperlancar proses jual beli.

Sebelum berubah bentuk menjadi universitas, Amikom berbentuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK). Dalam usianya yang masih muda, Amikom Yogyakarta telah memiliki ≥ 70 prestasi internasional dan ≥ 150 prestasi nasional baik di bidang inovasi TIK maupun Kewirausahaan.  21% alumni Amikom telah sukses menjadi pengusaha. Hal itu mendorong dibukanya Program Studi (Prodi) Baru yaitu Prodi Kewirausahaan. Setelah lulus dari Prodi Kewirausahaan, mahasiswa akan mendapat gelar Sarjana Bisnis (S.Bns). Diharapkan alumni Prodi kewirausahaan menjadi pelaku usaha online dan pelaku usaha digital. Maka dari itu kami membuka konsentrasi online business dan digipreneur.

Kewirausahaan adalah kemampuan mengubah setiap peluang menjadi tantangan yang bernilai ekonomi. Saat kemampuan ini disinergikan dengan kompetensi di bidang teknologi, maka lahirlah kemampuan wirausaha di bidang teknologi yang lazim dikenal sebagai technopreneurship. Suparno menjelaskan technopreneurship bersumber dari riset dan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi yang dikembangkan dengan saksama, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi penciptanya dan masyarakat penggunanya. Penggiat technopreneurship disebut sebagai wirausaha digital. Kata “teknopreneur” yang bermakna “wirausaha digital” merupakan gabungan antara “teknologi” dan “entrepreneur”. Secara umum, kata “teknologi” merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menjalankan industri, meliputi: penciptaan alat-alat, pengembangan keahlian, pemecahan masalah, dan sebagainya. Sedangkan kata “entrepreneur” merujuk pada seseorang atau kelompok yang menciptakan usaha dengan keberanian menanggung risiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada. Seorang wirausaha digital tidak cukup bermodalkan satu atau dua kemampuan di bidang teknologi saja, tetapi juga harus peka terhadap inovasi teknologi yang didukung dengan penemuan ide kreatif. Demikian semoga bermanfaat, amin YRA.

(sumber : Tribun Jogja, 17 – 05 -2019).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, SE.,MM.