BERITA

KINERJA PEGAWAI


03 Jul 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 28.06.19 lebih baik  dari kemarin.  Kinerja pegawai menurut Stephen Robbins adalah hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan seorang pegawai dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama. Kinerja pegawai sangatlah penting karena dengan kinerja akan diketahui seberapa jauh kemampuan seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Untuk mengetahui kinerja pegawai harus dilakukan proses  penilaian kinerja pegawai. Apa manfaat kinerja pegawai?

Pertama  umpan balik atau feedback untuk perusahaan. Hasil dari penilaian kinerja pegawai yang baik maupun buruk akan mengindikasikan bagaimana jalannya pelaksanaan kerja pegawai. Kedua, untuk mendesain pelatihan apa saja yang dibutuhkan pegawai agar tugas yang dijalankan dapat berjalan dengan baik. Ketiga, penilaian kinerja menjadi sebuah refleksi atas kinerja yang pegawai lakukan selama ini. Keempat, hasil penilaian kinerja dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemberian gaji atau reward. Kelima, dapat dijadikan sebagai acuan untuk menaikkan jabatan atau menempatkan pegawai dalam posisi yang tepat, sesuai dengan  prinsip Manajemen Sumber Daya Manusia (The Right Man on the Right Place). Keenam, jika ada pegawai yang kinerjanya overload, itu artinya kita memerlukan sumber daya (resource) tambahan. Ketujuh, kinerja buruk mengindikasikan kalau ada kesalahan dalam melakukan pekerjaan, perencanaan atau hal lain dalam sistem manajemen. Disamping itu kinerja yang buruk bisa jadi merupakan sebuah gejala dari rancangan besar perusahaan yang kurang tepat. Bagaimana meningkatkan kinerja pegawai?

Untuk meningkatkan kinerja pegawai perlu dibuat standar pencapaian melalui penulisan pernyataan-pernyataan tentang bagaimana berbagai kondisi yang diharapkan ketika pekerjaan akan dilakukan. Kinerja yang baik akan dipengaruhi oleh dua hal, yaitu tingkat kemampuan dan motivasi kerja yang baik. Kemampuan seseorang dipengaruhi pemahamannya atas jenis pekerjaan dan ketrampilan melakukannya, maka pegawai harus dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya. Selain itu, kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja tidak dapat diabaikan. Secara sistematis, untuk menentukan kinerja pegawai dapat digunakan formula “KINERJA = KEMAMPUAN X MOTIVASI”.

Formula tersebut menjelaskan bahwa kinerja seorang pegawai sama dengan kemampuan pegawai tersebut untuk melakukan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dikalikan dengan motivasi yang ditunjukkan untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Dalam hal ini kemampuan tanpa motivasi belum tentu dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Begitu pun motivasi tinggi yang dimiliki pegawai tanpa pengetahuan  yang memadai tidaklah mungkin mencapai kinerja yang baik.

Kinerja dapat dioptimalkan melalui penetapan deskripsi jabatan yang jelas dan terukur bagi setiap pejabat (pegawai), sehingga mereka mengerti apa fungsi dan tanggungjawabnya. Kinerja merupakan implementasi dari teori keseimbangan yang menyatakan bahwa kinerja yang optimal akan dapat dicapai jika terdapat rasa keadilan yang dirasakan pegawai. Berbagai indikator yang dapat mengakibatkan rasa keadilan antara lain manfaat, yang berarti pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dapat merasakan manfaatnya. Selanjutnya seorang pegawai juga harus memperoleh rangsangan dari berbagai pihak terkait dalam bentuk pemberian motivasi sehingga mereka dapat terpacu untuk melakukan tugas-tugasnya. Dan pekerjaan yang dilakukan harus adil dan masuk akal, dalam artian bahwa di antara sesama pegawai haruslah terdapat keadilan pembagian tugas dan insentif yang diperoleh. Kinerja organisasi atau lembaga sangat dipengaruhi oleh kinerja individu pegawai, karenanya jika kinerja organisasi ingin diperbaiki tentunya kinerja individu perlu diperhatikan. Demikian semoga bermanfaat, amin-amin YRA. Sumber (Tribun : 2019-06-28)

 

Kaprodi Kewirausahaan 

 

Suyatmi, SE., MM.