BERITA

PENDAPATAN TERSEMBUNYI


25 Sep 2019

 

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at 20.09.2019 lebih baik dari kemarin. Pendapatan tersembunyi merupakan model bisnis dimana sumber pendapatan utama bisnis kita bukan berasal dari penjualan barang atau jasa, tetapi berasal dari pihak ketiga. Pihak ketiga melakukan pembiayaan silang pada penawaran murah atau bahkan gratis yang kita berikan kepada pelanggan. Pola bisnis ini biasanya diterapkan dengan mengintegrasikan iklan ke dalam penawaran, sehingga menarik perhatian pelanggan.

Manfaat utama dalam penerapan model bisnis ini adalah dapat membuka sumber pendapatan alternatif yang dapat melengkapi atau mengganti seluruh pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk secara konvensional. Penjualan produk konvensional misalnya bila kita jualan baju, maka kita akan mendapatkan uang dari hasil jualan baju tersebut. Bila kita bisnis jasa laundre, maka kita akan mendapatkan pemasukan dari jasa laundre yang kita berikan kepada konsumen. Pendapatan tersembunyi berbasis iklan pertama kali ditemukan pada buletin yang didistribusikan pada abad ke-17 ketika teknologi mesin cetak sudah ditemukan. Buletin tersebut berisi pengumuman, jadwal sidang pengadilan, obituary, serta iklan mini komersial dan pribadi.

Metro Internasional merupakan perusahaan media yang mempelopori inovasi model bisnis ini.  Setiap hari Metro membagikan koran gratis kepada masyarakat, sehingga menjadikan Metro sebagai koran yang banyak dibaca di dunia. Edisi pertama koran Metro terbit pada tahun 1995 di Stockhholm Swedia dan sekarang telah didistribusikan di lebih dari 20 negara dan dibaca oleh lebih dari 35 juta orang tiap minggunya. Karena yang membaca banyak, maka menjadi daya tarik perusahaan memasang iklan di Metro. Semakin banyak yang memasang iklan, maka semakin banyak pendapatan yang diterima oleh koran tersebut.

Google yang hampir setiap hari kita pakai untuk mencari informasi melalui internet. Pada awal berdiri tahun 1998, google hanya berwujud mesin pencari di internet. Namun sekarang google mendominasi pasar mesin pencari dengan sekian banyak layanan gratisnya. Layanan gratis yang setiap saat kita pakai diantaranya searching, kalender pribadi, layanan e-mail, maps serta teknologi internet lainnya seperti software dan komputasi cloud. Dengan semua layanan tersebut, google menjadi salah satu makelar atau perantara terbesar dalam industri periklanan online.

Agar apa yang dicari pelanggan ditemukan melalui mesin pencari google, maka google bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengupload artikel, tulisan, atau video secara gratis. Karena layanan cepat dan tepat yang telah google berikan, maka semakin banyak orang di dunia menyukai google. Itulah sebabnya, perusahaan-perusahaan jaman sekarang mulai beralih memasang iklan via internet khususnya google. Dari hasil pendapatan iklan tersebut, google juga dapat memberikan reward  kepada pihak ketiga yang telah aktif memuat artikel-artikelnya di google. Banyak mahasiswa Amikom yang menjadi mitra google sebagai google adsense. Mereka biasanya tergabung dalam satu komunitas bernama Amikom Blogger Community. Penghasilan mereka puluhan juta rupiah per bulan. Dari penghasilan tersebut mereka sudah bisa membeli mobil, menghajikan orang tuanya, membeli tanah, komputer canggih, kamera canggih dan lain sebagainya. Keren abis pokoknya.

Bagaimana apabila usaha kita UMKM? Jangan khawatir, masih berpeluang mendapatkan penghasilan tersembunyi dengan cara menyewakan sebagian tempat kita kepada pihak ketiga untuk menaruh media promosinya. Misalkan kita memiliki warung makan di pinggir jalan, dimana banyak konsumen yang setiap harinya makan di warung kita, maka di halaman warung itu kita buatkan tempat untuk memajang poster-poster dari perusahaan yang ingin memasang iklan disitu. Demikian semoga bermanfaat. Aamiin YRA. (Sumber, Tribun Jogja 20-09-2019).

 

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, SE., MM.