BERITA

SEMACAM TEMPAT CUKUR


13 Jun 2019

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jumat 30-05-2019 lebih baik dari kemarin. Mencukur rambut merupakan kebutuhan bagi setiap orang pria maupun wanita. Hal yang paling umum menjadi perhatian bagi pria adalah rambutnya.  Mencukur rambut  dapat menjaga penampilan, kepercayaan diri dan dapat menaikkan harga diri. Untuk menjaga penampilannya pria paling sering memotong rambutnya dibanding wanita. Ada yang satu bulan sekali ada juga yang beberapa bulan sekali. Dan mereka rata-rata tidak dapat memotong rambutnya sendiri sehingga harus datang ke jasa pemotongan rambut atau barbershop.

Barbershop muncul menjadi sebuah tren dalam bidang gaya rambut pria dan juga bisnis. Berbeda dibanding salon dan pangkas rambut, barbershop tampil dengan kesan yang lebih maskulin dibanding salon dan lebih tertata dan bersih dibanding pangkas rambut pinggir jalan. Kemampuan tukang cukurnya dalam mengolah berbagai gaya rambut pria yang kekinian juga menjadi keunggulan barbershop. Gaya rambut undercut, mohawk, dan pompadour sebagai tren masa kini seperti yang dipopulerkan oleh David Beckham akan sulit dilakukan oleh pemangkas rambut konservatif (http://www.bbc.com//). Barbershop merupakan bisnis yang sedang meroket, fenomena menjamurnya barbershop seolah tak terbendung. Tak hanya di ibukota, di beberapa provinsi seperti Yogyakarta bermunculan gerai-gerai tempat cukur rambut yang bergaya unik dan keren.

Pengguna jasa barbershop mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jumlah penduduk laki-laki di Yogyakarta menurut data dari http://bappeda.jogjaprov.go.id/dataku/data_dasar/index/361-jumlah-penduduk-diy sebanyak 1.887.294 orang. Jumlah mahasiswa pria yang berasal dari luar Yogyakarta akan menambah jumlah konsumen barbershop. Salah satu kampus swasta favorit di Yogyakarta yaitu Universitas Amikom  memiliki jumlah mahasiswa pria lebih banyak dari wanita,  sekitar 1  banding 10.  Itu merupakan peluang bisnis bagi salah satu mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta bernama Slamet Purwanto.

Slamet Purwanto memiliki 8  gerai barbershop yang tersebar di Indonesia, 6 gerai  di Yogyakarta serta 2 gerai di luar wilayah Yogyakarta. Gerai barbershop tersebut memakai brand “Max : Semacam Tempat Cukur (STC)”. Max STC merupakan tempat potong rambut orang modern. Fasilitas yang diberikan meliputi ruang full AC; kursi potong hidrolis; tempat keramas; silet cukur baru; gilette foamy; handuk hangat; pijak relaksasi kepala; free keramas; free hair tonic; free wifi dan bergaransi 1 x 24 jam. Ada beberapa pejabat Indonesia yang sudah menggunakan jasa layanan Max STC diantaranya adalah Bapak Prof. Mahfud MD. “Hampir 2 bulan tidak sempat potong rambut, Alhamdulillah, berakhir pekan di Yogya, hari ini sempat ke tempat pangkas rambut di Desa Tajem, Depok, Sleman. Ini tempat pangkas rambut langganan saya yang murah meriah” begitu pesan yang ada di akun Instagram beliau @mohmahfudmd.

Tahun ini Max STC sedang merenovasi gerai yang ada di jalan Raya Tajem. Di gerai tersebut dilengkapi dengan fasilitas bermain anak laki-laki. Ditargetkan setelah lebaran 1440 H gerai Tajem sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin potong rambut. Di gerai ini, kami dan beberapa dosen Program Studi Kewirausahaan Universitas Amikom Yogyakarta ikut bermitra sebagai investor  disamping juga tentunya menjadi mentor bagi mahasiswa yang berwirausaha. Mohon doanya semua tim Max STC dapat melayani masyarakat yang ingin potong rambut di tempat yang nyaman dan berkualitas serta harga terjangkau. Info lebih detail dapat dilihat di akun Instagram Max STC Jogja @maxstcjogja.  Demikian semoga bermanfaat, amin YRA.

Kaprodi Kewirausahaan 

Suyatmi, SE., MM.