BERITA

TRASH TO CASH


03 Sep 2019

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Trash to cash atau model bisnis sampah jadi uang dibangun dari ide pendaur-ulangan dan pemakaian kembali barang-barang bekas. Barang bekas tersebut dikumpulkan lalu dijual ke negara lain atau diubah menjadi barang baru. Skema keuntungannya didapatkan pada harga pembelian yang rendah atau bahkan gratis, sehingga perusahaan pengguna pola ini tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakunya.

Model bisnis ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, dibuktikan dengan temuan arkeologi yang mengungkapkan bahwa masyarakat pada masa itu menggunakan barang bekas untuk menghindari masalah kelangkaan. Penggunaan kembali barang bekas secara komersial dan modern semakin popular pada dekade 1970-an karena peningkatan tarif energi. Perkembangan ini berlanjut hingga sekarang dimana masyarakat semakin sadar lingkungan dan bertindak untuk menghadapi perubahan iklim. Beberapa perusahaan multinasional yang telah berhasil menerapkan model bisnis ini diantaranya adalah Duales System Detschland, Freitag, Greenwire, dan emeco.

Duales system Deutschland merupakan salah satu perusahaan pendaur-ulang sampah professional asal Jerman. Perusahaan ini bergerak di bidang penanganan limbah dan bahan kemasan. Perusahaan ini menggunakan logo Green Dot sebagai simbol bahan kemasan daur ulang  dan produsen dapat menggunakan logo tersebut dalam merek mereka dengan cara lisensi. Duales system mendapat pemasukan dari perusahaan yang membeli lisensi logo Green Dot. Perusahaan pembeli lisensi mendapat manfaat dari citra ramah lingkungan (berpotensi pada peningkatan jumlah konsumen dan pendapatan) dan bahan baku murah.

Di Swiss ada perusahaan pioneer inovasi model bisnis ini bernama Freitag. Freitag didirikan pada tahun 1993 memproduksi tas dan aksesories busana lainnya, menggunakan berbagai barang bekas terutama dari komponen mobil bekas (seperti penutup bak truk berbahan kanvas, pipa dan kantung udara (airbag). Bisnis yang ramah lingkungan ini menarik banyak pelanggan yang sadar lingkungan serta mereka yang menginginkan desain unik dan bergaya. Freitag menggunakan strategi pemasaran ramah lingkungan yang kuat, untuk mendukung konsep pemakaian ulang dalam dunia bisnis. Sekarang Freitag Lab memiliki lebih dari 130 pegawai dan menjual produknya di lebih dari 400 gerai di seluruh dunia.

Greenwire merupakan salah satu perusahaan asal Inggris, yang berfokus pada bisnis daur ulang limbah ponsel dan laktop bekas, kemudian direkondisi dan dijual kembali. Perusahaan ini menjalankan proses pemilihan, pemeriksaan kualitas, pembaruan dan perbaikan sehingga produk-produk tersebut dapat dijual kembali dengan harga murah, khususnya di Negara berkembang. Mitra  Greenwire sangat tertarik dengan metode yang nyaman dan ramah lingkungan untuk membuang atau menjual alat elektronik bekas mereka, sehingga Greenwise memperoleh sumber bahan baku yang murah (bahkan gratis).

Dari Amerika ada perusahaan Emeco berdiri tahun 1944. Perusahaan ini memproduksi aneka produk furniture dari barang bekas (alumunium, kayu, PET (Polyethylene Terephthalate dari plastik botol bekas), dan WOO (Wood Polypropylene). Emeco berhasil menarik minat konsumen furnitur yang berwawasan lingkungan dan produknya sangat fungsional, keren, terjangkau, sehingga menghasilkan permintaan dan pendapatan yang tinggi bagi Emeco.

Berbeda dengan perusahaan rintisan berbasis teknologi IT (Startup) milik mahasiswa Amikom Yogyakarta. Startup tersebut telah meluncurkan aplikasi berbasis android  bernama matrash yang akan mensolusi masalah sampah rumah tangga ataupun instansi.  Dengan cara berlangganan atau hanya insidental. Demikian semoga bermanfaat. Amin YRA. Sumber (Tribun Jogja, 22 Agustus 2019).

Kaprodi Kewirausahaan

 

Suyatmi, SE., MM