Berita S1 Kewirausahaan

PEMETAAN PROSES BISNIS

PEMETAAN PROSES BISNIS

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim, pembaca Tribun yang berbahagia, semoga hari ini Jum’at

03.06.2022 lebih baik dari kemarin. Proses bisnis merupakan aktivitas yang terukur dan

terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan tertentu (Davenport, 1993).

Sementara menurut Gunasekaran dan Kobu (2002) proses bisnis adalah sebuah kumpulan relasi

pekerjaan yang bersama-sama menghasilkan nilai untuk pelanggan. Davenport mengatakan

bahwa sebuah proses bisis memiliki 5 (lima) karakteristik yaitu 1) proses bisnis memiliki

memiliki pelanggan; 2) proses bisnis terdiri dari rangkaian kegaitan; 3) kegiatan ditujukan untuk

menciptakan nilai bagi pelangan; 4) kegiatan dioperasionalkan oleh manusia atau mesin; 5)

proses bisnis sering melibatkan beberapa unit organisasi yang bertanggungjawab atas

keseluruhan proses.

Pemetaan proses bisnis adalah visualisasi dari rangkaian aktivitas suatu organisasi yang

mendemontrasikan bagaimana pekerjaan di dalam organisasi tersebut dilakukan dengan tujuan

menjadikan pekerjaan tergambar dengan jelas. Secara sederhana, pemetaan proses bisnis dapat

didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas meruah inpus menjadi output yang bernilai tambah.

Dengan pemetaan proses bisnis, kita memiliki dokumentasi mengenai pekerjaan yang dilakukan

sehingga memungkinkan untuk menganalisis pekerjaan yang telah dilakukan demi peningkatan

kepuasan pelanggan.

Setiap proses yang dilakukan harus berfokus pada pelanggan (customer-driven) sehingga

setiap proses yang tidak berfokus pada pelanggan ataupun tidak memberikan nilai tambah bagi

pelanggan pada dasarnya tidak diperlukan itu merupakan prinsip utama proses bisnis.

Keuntungan apabila kita melakukan pemetaan proses bisnis diantaranya 1) memahami

bagaimana suatu proses berinteraksi dalam sebuah sistem bisnis. 2) mendapatkan dan

mengidentifikasi suatu proses yang lemah yang dapat menciptakan suatu permasalahan. 3)

meningkatkan efisiensi dengan merampingkan dan meningkatkan alur kerja. 4) mengidentifikasi

proses yang perlu direkayasa ulang.

Tahapan proses bisnis menurut Jacka dan Keller (2009) ada 4 (empat) tahapan mulai dari

Identifikasi proses, pengumpulan data, wawancara & pembuatan peta (map genaration) dan

tahap terakhir yaitu menganaliasis data. Tahap identifikasi proses mempelajari hal-hal yang

 

ditinjau dalam proses. Tahap pengumpulan data mempelajari apa yang ada di dalam proses dan

dengan siapa kita akan terlibat. Tahap wawancara dan map generation kita mendokumentasikan

tindakan dalam sebuah proses. Tahap menganalisis data mempelajari hal apa yang dapat

dilakukan untuk membuat proses yang baik.

Ada 3 (tiga) tahapan besar yang harus dilakukan dalam rangka melakukan rekayasa ulang

proses bisnis. 1) identifikasi value chain, 2) analisis setiap kegiatan dalam proses bisnis, 3)

perancangan proses bisnis yang baru. Value chain atau rantai nilai adalah konsep aktivitas bisnis

dalam penciptaan produk atau layanan mulai dari proses perancangan, proses produksi, distribusi

ke konsumen hingga pelayanan seletah pemasaran. Konsep ini menekankan proses dan aktivitas

yang dapat menambah nilai pada layanan atau produk. Aktivitasnya bisa terjadi dalam hanya satu

perusahaan atau beberapa perusahaan yang sedang bekerja sama.

Pada tahap value chain, dilakukan identifikasi kegiatan-kegiatan pada setiap pekerjaan

yang harus dilakukan dalam menjalankan proses bisnis. Analisis terhadap setiap kegiatan dalam

proses bisnis perusahaan dari segi waktu, kemacetan (bottlenecks), biaya untuk

mengidentifikasikan dampak setiap kegiatan dalam menciptakan atau menambah nilai bisnis

perusahaan. Pada tahap perancangan proses bisnis yang baru dengan memanfaatkan Teknologi

Informasi dalam menambah nilai proses bisnis perusahaan. Hasil rancangan baru proses bisnis

kemudian diimplementasikan dan dilakukan review. Demikian semoga bermanfaat, aamiin YRA.

File Attachments

Galeri Gambar